pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jumlah Kasus Meningkat, Kapolda Instruksikan Tindakan Tegas

Menakar Potensi Begal di Makassar Tahun 2016 dan Cara Mencegahnya (1)

MALAM pergantian tahun 2015 ke 2016 di Kota Makassar diwarnai aksi begal. Akankah praktik yang cukup meresahkan masyarakat di tahun lalu itu akan terus berlanjut tahun ini?

Laporan: Ishak Mappelawa

KAPOLISIAN Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar merilis, ada 422 laporan kasus begal yang terjadi di tahun 2015. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya ada 245 kasus, berarti terjadi peningkatan sebanyak 188 kasus.
”Dari keseluruhan jumlah tersebut, Polrestabes Makassar telah menyelesaikan 194 kasus dan sudah menetapkan para tersangkanya. Kasus ini juga telah dilimpahkan ke kejaksaan untuk diproses selanjutnya,” kata Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar Kompol Husnaini dalam dialog Pers dan Kebebasan Berekspresi yang digelar KPJKB di Country Cafe and Resto (CCR) Jalan Toddopuli Kecamatan Panakukang, Rabu (30/12/2015).
Persoalan begal dan geng motor juga mencuat dari survei yang dilakukan Celebes Research Center (CRC). Direktur CRC Herman Heizer, menyebut masih ada sejumlah program Pemkot Makassar yang dirasakan masyarakat kurang memuaskan.
”Seperti soal kemacetan, kebersihan lingkungan atau sampah, geng motor, begal, pelayanan publik, lapangan pekerjaan, keamanan dan ketertiban. Ini yang harus mendapat perhatian,” ujar Herman yang merilis hasil surveinya pada Refleksi Akhir Tahun Pemkot Makassar di Hotel Sahid Jaya Makassar, Jalan Dr Ratulangi, Selasa (29/12/2015).
Menyikapi data tersebut, pihak kepolisian Polrestabes Makassar kemudian bergerak. Hasilnya, pada Minggu (2/1) malam pukul 19.30 Wita dua orang tersangka begal diringkus di Jalan Abubakar Lambogo.
Keduanya adalah Muh Fatur Rahman alias Fatur (17), warga Jalan AP Pettarani 2 Lorong 3 nomor 18 dan Muh Aldin alias Aldin (18), warga Jalan Abubakar Lambogo Lorong 17.
Penangkapan kedua tersangka berawal ketika anggota Resmob mendapat informasi di lapangan, bahwa pelaku yang kerap melakukan aksi begal sementara berada di dalam warnet bersama teman-temannya.
Tim Resmob Polrestabes yang mendapat informasi tersebut langsung bergegas ke lokasi warnet yang dimaksud. Di situ langsung dilakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan dua orang tersangka begal. Keduanya kemudian digelandang ke mapolrestabes untuk diproses lebih lanjut.
Dihadapan polisi, kedua tersangka mengakui perbuatannya sering melakukan aksi begal. Saat beraksi hendak merampok harta benda milik korban, mereka menggunakan senjata tajam berupa busur dan pisau serta badik. Bahkan tak segan-segan melukai korbannya jika melawan.
”Betul, Pak. Saya biasa melakukan aksi begal di jalan. Biasanya saya bawa senjata tajam untuk mengancam dan melukai korban kalau tidak mau menyerahkan barang miliknya,” ungkap Aldin.
Aldin mengaku tak sendirian dalam melakukan aksinya. Ia bersama teman-temannya, seperti Ical, Enal, Ardi, Wahyu dan Lolo.
”Saya tidak pernah sendiri, Pak kalau mau beraksi. Saya ditemani lima orang temanku,” sebut Aldin.
Sementara tersangka Fatur mengaku bila dirinya pernah melakukan aksi begal di Jalan Urip Sumoharjo, hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Saat itu ia bersama seorang temannya bernama Ical.
Dia mengatakan, korban saat itu tengah melintas di Jalan Urip Sumoharjo. Tersangka yang berboncengan dengan temannya berputar-putar di Jalan Urip depan Aspol Panaikang. Saat itu pula dia langsung menarik tas korban hingga menyebabkannya terjatuh dan meninggal dunia.
”Saya keluar dari Kampung Rama bersama dengan Ical, Pak. Saya mutar-mutar di Jalan Urip. Pas depan Aspol Panaikang, seorang pengendara melintas dan membawa tas. Saat korban melintas, langsung saya tarik tasnya. Dia terjatuh. Saya langsung kabur tanpa membawa tas korban, Pak,” akunya.
Setelah mendengar pengakuan tersangka, Tim Resmob kemudian melakukan pengembangan dan membawa tersangka untuk menunjuk temannya yang lain. Tiga orang berhasil diciduk. Masing-masing MAW (16) warga Jalan Abubakar Lambogo Lorong 6 nomor 39, FF (16) warga Jalan Muh Yamin Baru Lorong 19 nomor 40, dan MA (15) warga Jalan Abubakar Lambogo Lorong 21B nomor 9.
Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Andi Husnaeni, kemarin mengkonfirmasikan bahwa tiga dari lima tersangka merupakan pelaku penyerangan yang menggunakan busur di Jalan Anuang pada hari Jumat, 1 Januari 2016.
Kapolda Sulselbar Irjen Pol Pudji Hartanto, mengakui sejak 10 September 2015 pihaknya telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk menindak tegas para pelaku kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan kekerasan (curas) alias begal dan pencurian dengan pemberatan (curat).
”Kami terus berusaha untuk menekan angka kriminalitasi di wilayah hukum Sulselbar, khususnya di Makassar, kota metrpolitan yang identik dengan tindak kejahatan yang bermacam-macam. Berbagai cara dilakukan untuk meminimalisirnya. Namun semua itu butuh peranserta masyarakat di dalamnya,” kata Kapolda, kemarin.
Khusus di tahun 2016, lanjut Pudji Hartanto, Polda Sulselbar melanjutkan sembilan program prioritas, dengan mengiplementasikannya secara operasional.
”Yang pasti, di tahun 2016 ini polri meningkatkan operasional (opsnal), serta intelijen sebagai mata dan telinga pimpinan. Selain itu, juga dilaksanakan strategi membina organisasi dengan pendekatan M4KS (moral, kinerja, komunikas, kultur, kesejahteraan),” terang Kapolda lagi.
Selain itu, pihaknya juga juga mengintruksikan kepada jajarannya untuk terus meningkatkan sinergitas dengan pemangku kepentingan dan komunitas, sesuai dengan tagline; Insya Allah bersama kita bisa (briliant, inovativ, speed, acountable).
Sementara Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartono, mengakui selama ini pihaknya kerap turun langsung ke tengah masyarakat dan meminta mereka untuk terus bersenergi dalam memberantas aksi kejahatan dengan cara bersama-sama memeranginya.
“Kita selalu sampaikan kepada masyarakat agar mawas diri dengan cara mencegah tindak kejahatan. Dengan begitu, tidak ada peluang untuk berbuat jahat,” terang Rusdi.
Dia kemudian mencontohkan untuk tidak menggunakan HP saat berkendara, guna mencegah aksi kejahatan. Termasuk menggunakan perhiasan emas dengan cara mencolok, serta berkendara pada saat jalanan sepi.
”Pada saat keluar dari rumah, janganlah membawa barang berharga. Kalaupun harus membawanya, jangan terlalu kelihatan karena dapat memancing pelaku kejahatan untuk berbuat,” jelas Kapolrestabes.
Tips lain yang diberikan Rusdi untuk pengendara sepeda motor agar terhindari dari begal, yakni menginformasikan rute perjalanan yang akan dilalui kepada keluarga atau kerabat. Usahakan untuk mengendarai motor berdua. Simpan barang mewah dan berharga di dalam tas. Usahakan untuk tidak berhenti atau menepi di tempat sepi.
”Jika jadi sasaran begal, amati wajah dan ciri pelaku. Selanjutnya, lapor polisi apabila melihat atau menjadi korban,” kuncinya. (ish/rus/b)



×


Jumlah Kasus Meningkat, Kapolda Instruksikan Tindakan Tegas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar