MAKASSAR, BKM — Kemacetan parah yang setiap hari terjadi di poros Jalan AP Pettarani bisa teratasi, salah satunya dengan membuat jalan tol layang. Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menargetkan proyek ini bisa segera direalisasikan.
Nantinya, akses baru ini akan terkoneksi dari flyover Jalan Urip Sumoharjo, membentang di atas Jalan AP Pettarani-Jalan Alauddin. Kemudian berbelok ke arah barat menuju Jalan Metro Tanjung Bunga dan Pantai Losari.
”Untuk tol layan Pettarani, pengerjaannya akan dimulai tahun 2017. Progressnya sudah bisa kita lihat nanti di akhir tahun 2017 atau awal 2018,” kata Wali Kota, akhir pekan lalu.
Dalam pembangunannya, dijalin kerja sama dengan investor asal Jepang. Anggaran untuk investasi pembangunannya berada pada kisaran angka Rp20 triliun.
Bagaimana dengan ganti rugi lahan yang akan dilewati jalan tol layang ini? Danny memastikan tidak akan ada pembayaran ganti rugi, karena semuannya melewati tanah negara. Sebab tiang-tiang jalan tol layang dipasang di bagian tengah jalan yang selama ini dijadikan taman dan ditanami pepohonan.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Syahrir Sappaile, memperkirakan proyek tol layang Pettarani sudah mulai bebproses di tahun 2016.
”Kita perkirakan tol layang Pettarani sudah rampung tahun 2017. Namun untuk rangkaian prosesnya, sudah bisa dimulai di tahun 2016 ini,” jelas Syahrir, pekan lalu.
Menurutnya, pembangunan tol layang Pettarani merupakan salah satu kebutuhan mendesak untuk direalisasikan Pemerintah Kota Makassar, dalam upaya mengurangi kemacetan.
Nantinya, para pengguna jalan tol layang ini akan dikenakan tarif. Di sepanjang jalan akan dipasang tiga gerbang tol untuk menarik pembayaran dari pengendara yang melintas.
”Tetapi ada biaya yang dikenakan kepada semua pengendara yang lewat di jalan tol itu. Tapi untuk sementara kita belum bisa memastikan berapa besarannya. Kita belum lihat desain atau hal-hal lainnya,” terang Syahrir.
Seentara itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 miliar untuk pembangunan wisma haji di kawasan Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulsel Abdul Wahid Thahir di Makassar, Minggu (3/1) menjelaskan, anggaran tersebut dimasukkan ke dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Sulsel dan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Asrama Haji.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejauh ini sudah terdapat 14 wisma di asrama haji. Dua wisma sudah dibangun pada 2015, dengan anggaran lebih dari Rp100 miliar. Termasuk untuk pelataran.
Dengan penambahan dua wisma haji nantinya, diharapkan calon jamaah haji akan lebih nyaman lagi selama berada di Asrama Haji Sudiang.
“Jika ditambah dua wisma lagi, nantinya akan terdapat total 16 wisma di Asrama Haji Sudiang,” ujarnya.
Kucuran anggaran untuk membangun wisma haji
diperoleh Sulsel, karena pusat menilai provinsi ini mampu memaksimalkan penyerapan anggaran yang dialokasikan.
Abdul Wahid Tahir menyebutkan, Kantor Kemenag Sulsel mampu menyerap anggaran hingga 90,19 persen.
“Serapan anggaran kami lebih besar dari pada serapan anggaran nasional yang berada pada sekitar 70 persen,” kuncinya. (arf-rhm/rus/b)
Tol Layang Rp20 Triliun Dikerja 2017
Wisma Haji Dikucur Rp60 Miliar
×

