MAKASSAR, BKM — Rumah jabatan (rujab) Gubernur Sulsel di Jalan Sungai Tangka, menjadi sasaran teror. Sebuah granat yang mirip milik TNI ditemukan di belakang rujab, Rabu (6/1).
Granat tersebut diduga dilempar orang tak dikenal. Salah seorang tukang becak bernama Dg Nai mengaku melihat sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam melintas di jalan itu sekitar pukul 00.35 Wita, Rabu dinihari.
”Waktu itu saya mau tidur di atas becak. Saya lihat ada kantongan hitam dilempar ke luar dari dalam mobil. Setelah itu mobil langsung tancap gas ke Jalan Jenderal Sudirman,” ujar Dg Nai, kemarin.
Karena penasaran, Dg Nai kemudian bergegas hendak melihat apa yang dibuang si pengendara. Pada saat bersamaan ada pengendara motor yang terlebih dahulu memegang kantongan hitam tersebut.
”Saya tanya apa itu. Dia bilang granat. Setelah itu dia pergi dengan sepeda motornya ke kantor POM untuk melapor,” kata Dg Nai, yang mengaku tidak mengetahui identitas pengendara motor tersebut.
Wakil kepala Penerangan Daerah Militer VII/Wirabuana, Letkol Inf Unang Sunarto membenarkan penemuan granat tersebut. Dikatakan, benda berbahaya itu dibuang oleh orang tak dikenal di pinggir jalan dekat lapangan tenis.
“Itu dibuang oleh orang tidak dikenal, tapi sudah kosong,” ujarnya.
Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bhakti mengatakan, granat yang ditemukan itu persis sama dengan milik TNI, namun dipastikan sudah kosong.
“Granat itu sudah kosong dan tidak ada isinya lagi. Tidak ada apa-apa disana. Mungkin itu alat peraga saja,” kata Agus yang dikonfirmasi, kemarin.
Pascaperistiwa itu, Agus telah menginstruksikan untuk dilakukan pemeriksaan gudang persenjataan. Hasilnya, tidak ada granat yang hilang. ”Kita berterima kasih kepada masyarakat yang berani melaporkannya kepada kami,” ujarnya memberi apresiasi.
Hasil olah TKP oleh pihak Denpom dan polisi, granat itu jenis mortir 5 kaliber 50 mm buatan Pindad yang masih aktif tersebut.
Terkait pelemparan granat di rujab Gubernur, BKM berusaha mengonfirmasi Syahrul yang tengah berada di Jakarta. Namun, baik telepon maupun SMS yang dikirim, tidak direspon.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Denny Irawan yang mendampingi Gubernur di Jakarta, mengatakan kemungkinan besar kejadian itu belum diketahui gubernur.
“Saat ini Pak Gubernur lagi fokus untuk operasi besok (hari ini, red),” kata Denny.
Keberangkatan Gubernur, Rabu (6/1) subuh memang untuk check up kesehatan, khususnya mata. Denny mengatakan, dari hasil check up, dokter merekomendasikan untuk operasi, maka orang nomor satu di Sulsel itu akan menjalani operasi katarak.
Hal yang sama dikemukakan Kepala Bagian Protokol Pemprov Sulsel, Amson Padolo. “Pak Gub ke Jakarta untuk periksa kesehatan. Kita juga tunggu informasi apakah Bapak akan dioperasi atau tidak. Sampai sekarang kami masih belum tahu kepastiannya,” kata Amson.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel yang juga dokter pribadi gubernur, dr Rachmat Latif yang dikonfirmasi menjelaskan, kemungkinan besar saat aksi pelemparan granat yang dilakukan orang tak dikenal, gubernur masih berada di rujab.
“Pak Gub kan berangkat ke Jakarta pagipi (Rabu pagi, red),” ungkapnya.
Namun dia tidak mau berspekulasi apakah gubernur tahu peristiwa itu atau tidak.
Disinggung operasi mata gubernur, Rachmat mengaku belum tahu persis. “Saya ke Jakarta karena ada urusan di kementerian. Mungkin kalau jadi, saya ditelponji itu,” pungkasnya. (rhm-ish/rus/b)
SYL di Jakarta, Rujab Dilempari Granat
×

