JABATAN boleh tinggi, tapi kodrat sebagai seorang perempuan tak bisa dilupakan. Salah satunya mengurus suami, anak dan rumah tangga.
Hal itulah yang dilakoni drg Ita Anwar. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) di Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Meski bisa dikatakan super sibuk, namun ia tetap berusaha meluangkan waktu untuk keluarga. Sebagai kabid yang bersentuhan langsung dengan kesehatan masyarakat, drg Ita Anwar intens melakukan sosialisasi perihal pentingnya kesehatan. Di saat yang hampir bersamaan, diapun membuka praktik pemeriksaan gigi hingga tengah malam.
”Insya Allah semua bisa diatasi. Anak-anak sudah besar. Bungsuku kelas 1 SMA. Sementara kakaknya Dengan pengertian dan kasih sayang, mereka sangat pengertian terhadap pekerjaan mamanya. Di tengah kesibukan, saya tetap menyempatkan waktu untuk menelpon ataupun sekadar mengirim pesan kepada suami dan anak-anak,” jelas Ita Anwar.
Bersama suaminya Ir Nasrul Sukarno yang berstatus sebagai karyawan swasta, pasangan ini telah dikaruniai tiga orang anak. Yang pertama Aditya Anwar Nasrul. Ia kuliah di Universitas Indonesia Timur (UIT) jurusan manajemen. Yang kedua Adenia Anisyah Nasrul (SMA kelas 3), dan yang bungsu Adrian Andhika Nasrul (SMA kelas 1).
Bagaimana respon keluarga terhadap kesibukan yang dilakukan drg Ita? Apakah mereka merasa terabaikan?
”Selama ini, baik suami maupun anak-anak tidak ada yang komplain dengan rutinitas keseharian saya. Bahkan sudah hampir lima tahun terakhir saya tidak menggunakan jasa pembantu,” tuturnya.
Diapun merasa lebih enjoy dengan rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga, dibanding tidak berbaut apa-apa untuk keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Sebagai ibu rumah tangga, ia harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan bagi suami dan ketiga buah hatinya. Termasuk membersihkan rumah dan kegiatan lainnya.
Selepas dari kantor, biasanya drg Ita Anwar kembali menjadi ibu rumah tangga biasa. Kemudian pada malam harinya melanjutkan praktik pemeriksaan gigi.
Hari Minggu menjadi waktu khusus bagi drg Ita dan keluarganya. Setelah urusan rumah tangga beres, mereka biasa mengisi waktu yang ada dengan jalan-jalan.
”Satu yang penting adalah, di sela-sela waktu yang ada saya bisa membuat prakarya. Bagi saya, wajib hukumnya untuk menjahit karena itu memang hobi saya,” tambahnya.
Ia bersyukur karena keluarganya sangat mendukung semua yang dilakukannya. Terkhusus sang suami.
“Suami dan anak-anak mendukung apa yang sata lakukan. Mungkin karena sejak SMA suami saya sudah kenal baik dan tahu kalau dari dulu saya aktif berorganisasi. Apalagi saya juga enjoy melakukannya,” ujarnya. (jun/rus/c)
Tak Pakai Pembantu
Drg Ita Anwar Kabid Binkesmas Dinkes Makassar
×

