pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hanya Mendatangi Keluarga Saja

Erlin, Tukang Parkir di Kantor Pengadilan Negeri Makassar (1)

KEMERIAHAN hari pertama Tahun Baru China atau Imlek ternyata tidak dirasakan seluruh etnis Tionghoa yang merayakan. Ada juga orang dari keturunan Tionghoa yang tidak merayakan Imlek, karena kehidupan mereka terbilang pas-pasan.

Laporan: RAHMAT

Selama ini orang beranggapan, warga Tionghoa diidentikkan dengan pedagang, kaya raya dan mampu membeli apa saja. Tapi tidak selalu anggapan tersebut benar.
Mereka yang hidup pas-pasan tidak mampu merayakan Tahun Baru Imlek dengan antusias seperti warga Tionghoa pada umumnya.
Seperti halnya yang dirasakan, Herlan (56) tahun, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir di Kantor Pengadilan Negeri Makassar.
Menurut Herlan, tahun baru Cina atau lazim disebut Imlek hanya diperingati warga Tionghoa saja. Tahun baru cina biasanya diikuti dengan tradisi berdasarkan ramalan shio.
Tahun ini perayaan Imlek akan jatuh pada, Senin 8 Februari 2016 adalah tahun Monyet Api.
“Pergantian tahun baru Imlek ini sering dijadikan sebagai momen yang tepat untuk memprediksi nasib dan peruntungan di masa depan,” ujar Erlin.
Untuk memprediksi bagaimana kehidupan satu tahun mendatang, katanya, salah satu cara yang biasa dilakukan adalah melalui ramalan Shio, atau disebut juga Chinese zodiak.
Bahkan, sebagian orang Tionghoa percaya bahwa peruntungan Shio nya akan berubah setiap tahun. Untuk itu, tak sedikit dari mereka yang rela mengeluarkan uang dengan mencari ahli Fengshui untuk sekedar melihat bagaimana peruntungannya di Tahun Monyet Api ini.
“Bagi sebagian orang yang memiliki shio Monyet, tahun ini merupakan tahun keberuntungan bagi kaum yang bershio monyet. Apapun yang ingin di lakukan dan sudah direncanakan di tahun sebelumnya. Ini adalah tahun yang menguntungkan untuk usaha bisnis baru dan perubahan karir,” jelasnya.
Hanya saja, kata Herlan, hal-hal tersebut hanya dirasakan oleh warga Tionghoa yang mampu mengeluarkan uang untuk merayakan Imlek. Baginya, dia tidak terlalu memikirkan untuk merayakan hari raya Cina atau Imlek.”Saya tidak pernah merayakan tahun baru cina, walaupun saya keturunan Tionghoa,” ujar Herlan saat ditemui penulis.
Herlan mengatakan perayaan imlek tahun ini dirasakannya sebagai peringatan bagi kaum Tionghoa, yang masih mengikuti serta mempercayai budaya dari leluhur.”Saya biasanya hanya mendatangi keluarga kalau hari Imlek,” tandasnya.
Dia juga mengaku perayaan imlek tiap tahunnya, tidak pernah dia rayakan bersama anak dan istrinya. Namun berbeda dengan keluarganya, yang tiap tahun rutin melaksanakan hari raya imlek.
“Biasanya keluarga saya, kalau merayakan hari raya imlek di klenteng untuk sembahyang,” ujar Herlan.
Meski begitu, Herlan mengaku, Tahun Baru Imlek juga perlu diperingati meski se sederhana mungkin. (mat/b)



×


Hanya Mendatangi Keluarga Saja

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar