MAKASSAR, BKM — Manajemen dari PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (PT GMTD Tbk) selaku pengelola Kawasan Tanjung Bunga menyesalkan sikap Ciputra yang selama ini tidak pernah melakukan kordinasi terkait pembangunan proyek Citraland City Losari. GMTD juga dibuat kesal dengan adanya truk-truk pengangkut material milik Ciputra yang masuk lewat Kawasan Tanjung Bunga tanpa seijin pengelola. Marcom Head GMTD, A. Widya Syadzwina membenarkan pihaknya telah menahan truk-truk pengangkut material dan timbunan yang menuju proyek Ciputra tersebut sejak pekan lalu.
Pasalnya, hingga berjalan delapan bulan pihak Ciputra tidak memiliki itikad baik untuk menemui manajemen GMTD berkordinasi maupun meminta ijin masuk ke Kawasan Tanjung Bunga dan menggunakan Jalan Metro.“Selama delapan bulan ini kami tidak pernah menghalangi truk-truk milik Ciputra karena kami menghormati dan percaya ke Ciputra Group,” katanya.
Tapi ternyata, tegas Widya, sampai saat ini mereka tidak pernah memiliki itikad baik untuk berdialog dengan kami seolah-olah tidak menghargai keberadaan GMTD sebagai pengembang dan pengelola Kawasan Tanjung Bunga. Ini adalah issue antar korporasi Ciputra dan GMTD dan harus segera diselesaikan.
Wina juga menambahkan, pihaknya telah menunggu niat baik dari Direksi Ciputra untuk datang menemui Direksi GMTD berkomunikasi membicarakan masalah aktivitas proyek Citraland City Losari yang masih masuk di dalam Kawasan Tanjung Bunga. Bahkan Presiden Direktur GMTD telah bersurat kepada Direksi Ciputra Group di awal jan 2016, namun hanya ditanggapi oleh Manager Citraland City Losari Makassar.
Ini bukti bahwa Ciputra Group sebagai pengembang besar meremehkan GMTD sebagai pengembang pertama yang berhak di Kawasan Tanjung Bunga. Namun tetap saja tidak ada tanda-tanda itikad baik Ciputra hingga kami mengambil tindakan ini.“Semua pihak mengetahui GMTD adalah pengembang yang mengelola Kawasan Tanjung Bunga. Selama ini kami juga selalu memberi support kepada siapa saja yang beritikad baik seperti saat pembangunan Hotel Grand Rindra yang dibangun di area CCC. Bahkan pemilik hotel langsung menemui Direksi kami dan sangat koperatif,” jelasnya.
Wina menambahkan, pihaknya sama sekali tidak bermaksud menghalangi proyek yang sedang dikerjakan oleh Ciputra. Tetapi komunikasi yang tidak pernah terjalin bahkan sikap Ciputra yang terkesan tidak menghargai membuat GMTD harus mengambil sikap.“Sikap kami dengan melarang dan menghalangi truk-truk ke proyek Citraland City Losari bukan hanya semata-mata karena tidak ada komunikasi dan niat baik dari Ciputra. Setelah membaca berita di salah satu media bahwa Ciputra mengakui amdal yang mereka miliki belum beres maka kami memutuskan mengambil sikap tegas. Agar situasi ini adil bagi semua pihak karena investor-investor lainnya yang telah ada di Tanjung Bunga saat masuk semua diperlakukan sama dan mengikuti aturan yang ada di Kawasan” tutup Wina.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengatakan, Pemerintah Kota Makassar tetap berharap pihak GMTD dan Ciputra Yasmin duduk bersama menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Sehingga permasalahan yang ada dapat segera diselesaikan dan tidak ada yang saling merugikan kinerja masing-masing.
Menurut Ical sapaan akrab Wawali Makassar, permasalahan ini hanya kurang komunikasi antar kedua belah pihak, sehingga ia berharap kedua perusahaan tersebut untuk dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik.
“Disini Pemkot Makassar hanya mempersilakan masing-masing pihak untuk menyelesaikan permasalahan, karena itu juga sudah masuk bagian milik publik. Disini hanya karena kurang komunikasi saja,” singkat Ical. (rhm-arf/war/c)
GMTD Tetap Larang Truk Masuk Tanjung Bunga
×

