pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tertarik Politik

BUAH jatuh tak jauh dari pohonnya. Ungkapan itu cukup tepat untuk menggambarkan sosok Andi Tenri Bilang Radisyah Melati, yang akrab disapa Bibi.
Dara berparas manis ini ternyata mewarisi ketertarikan untuk terjun ke dunia politik seperti yang lebih dulu dilakoni sang kakek, Syahrul Yasin Limpo dan ibundanya, Indira Chunda Thita yang saat ini menjadi anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan.
Dara kelahiran Makassar, 25 Maret 1998 ini telah cukup akrab dengan dunia politik. Sejak kecil, dirinya terbiasa mendengar pembicaraan seputar politik dari kakek, ibu, dan keluarga besarnya yang mayoritas memilih berkiprah di sana.
Pembahasan, ulasan, dan komentar-komentar seputar dunia politik bahkan diperoleh sejak dirinya bangun tidur, di meja makan, dan lingkungan tempat tinggal.
Untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang politikus andal, Bibi mulai mempersiapkan sejak dirinya duduk di bangku sekolah. Saat ini, dia tercatat sebagai salah satu siswa kelas 3 di Makassar International School jurusan IPA. Nilai-nilainya selama belajar di sekolah berstandar international itu selalu memuaskan. Angka delapan, sembilan, dan 10 sangat akrab dengannya.
Walaupun terdaftar sebagai siswa jurusan eksakta, selepas SMA, Bibi berniat melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Dan, karena merupakan salah satu siswa berprestasi, gadis peramah ini juga direkomendasi sekolah untuk mengikuti program SNMPTN jalur undangan. Dia membidik Fakultas FISIP UI, salah satu yang terbaik di Indonesia.
Sebagai siswa kelas III, saat ini Bibi fokus mempersiapkan diri untuk mengikuti Ujian Nasional (UN) yang tidak lama lagi akan digelar. Walaupun cukup cemerlang, namun dia tak ingin jumawa. Dia mempersiapkan diri cukup ekstra agar bisa lulus dengan hasil memuaskan.
Sebagai cucu orang nomor satu di Sulsel dan anak seorang politikus, Bibi termasuk gadis yang cukup mandiri. Kesibukan sang kakek memimpin Sulsel, sementara ibunya lebih banyak menghabiskan waktu di Senayan, membuatnya mengurusi segala keperluan dan kebutuhannya sendiri, tanpa mengharap dan mengandalkan orang lain. Sejak kecil, Bibi memang dididik untuk menjadi seorang perempuan mandiri.
Nama besar Yasin Limpo tidak membuatnya jumawa. Sejak kecil, orang tuanya memang sudah menanamkan pesan-pesan moral, jika punya cita-cita atau mimpi yang ingin diwujudkan, butuh kerja keras dan perjuangan. Jangan mengandalkan orang lain.
Kendati begitu, dia juga tak bisa menafikan, sebagai cucu orang nomor satu di Sulsel, dirinya juga ikut dikenal masyarakat. Dan karena itu, dara yang hobi menembak ini punya tanggung jawab untuk ikut menjaga nama baik keluarga dengan melakukan hal-hal positif.
Jauh dari sang ibu yang saat ini mengemban amanah sebagai wakil rakyat pun, tidak membuatnya sedih. Komunikasi tetap lancar antara keduanya. Bibi kerap menggunakan fasilitas media sosial dan sarana komunikasi lain dengan sang bunda.
“Kami sering telepon-teleponan. Kadang video call. Ibu juga selalu meluangkan waktunya untuk pulang setiap akhir pekan saat libur,” katanya, saat berbincang-bincang santai dengan BKM belum lama ini. (rhm/rus/c)



×


Tertarik Politik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar