MAKASSAR, BKM–Suara-suara yang mengusulkan pemindahan lokasi Terminal Angkutan Darat Mallengkeri mulai terdengar.
Sejumlah masyarakat dan legislator DPRD Kota Makassar bersuara sama dalam mengusulkan merelokasi terminal yang berlokasi di perbatasan antara Kota Makassar dan kabupaten Gowa ini.
Dede Rahmat warga Jeneponto mengatakan, sebagai warga yang seringkali menumpang mobil angkutan di terminal menyetujui jika Terminal Mallengkeri direlokasi.
Alasannya, lokasi terminal sudah sangat sempit. Belum lagi, keberadaan terminal menjadi salah satu pemicu kemacetan di Jalan Mallengkeri.
“Iya terminal sudah sangat kumuh. Belum lagi, lokasinya sudah sempit dan biang macet,” katanya saat ditemui BKM di Terminal Mallengkeri, Rabu (24/2).
Dede menambahkan, kalau-pun Terminal Mallengkeri direlokasi harus lokasinya tidak jauh dari perbatasan Makassar – Gowa agar tidak menyulitkan penumpang yang menuju ke daerah selatan-selatan, mulai Gowa hingga ke Sinjai dan Selayar.
Hal senada dikatakan Mahmud S, warga Tamalate yang mengirim barang melalui mobil angkutan di terminal. Menurutnya, pemindahan Terminal Mallengkeri sangat memungkinkan.
Hanya saja, lokasinya jangan jauh dari lokasi terminal sebelumnya.“Menurut kami, pemindahan terminal justru bisa memicu lahirnya usaha baru oleh masyarakat. Termasuk bangunannya lebih nyaman dan bebas dari macet,” katanya.
Mahmud juga meminta Pemkot Makassar bisa merencanakan penyusunan studi kelayakan apakah usulan pemindahan terminal tersebut dapat dilakukan. Termasuk lokasi mana yang cocok untuk memindahkan terminal.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Irwan ST juga menyetujui jika Terminal Mallengkeri sudah perlu direlokasi ke tempat lain.
“Saya setuju, apalagi Terminal Mallengkeri juga sudah kelebihan kapasitas (Over Capacity). Belum lagi, Makassar sebagai kota metro sudah perlu memiliki terminal penumpang yang layak dan nyaman,” ungkapnya, kemarin.
Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, Pemerintah Kota Makassar memang sudah perlu mencari solusi terbaik untuk menuntaskan permasalahan yang ada di Terminal Mallengkeri.”Pemkot bisa mulai memikirkan alternatif lahan untuk pengembangan terminal baru didaerah lain seperti di Hertasning dan Minasa Upa,” tambahnya.
Lebih jauh, kata Irwan, saat ini kondisi terminal sangat memprihatinkan, selain menimbulkan kemacetan, fasilitas di terminal juga sudah banyak yang rusak.
“Memang belum terlihat keseriusan Pemkot Makassar membenahi Terminal Mallengkeri, mungkin itu akibat pengelolaan terminal yang diserahkan ke perusda,” ujarnya.
Anggota Komisi C DPRD Makassar, Andi Fahlevi juga menjelaskan, alangkah baiknya jika pemkot mulai memikirkan langkah tepat untuk mengatasi permasalahan di Terminal Mallengkeri, termasuk usulan pemindahan lokasi terminal.
“Sebaiknya pemkot memiliki perencanaan terminal masa depan, termasuk seperti apa Terminal Mallengkeri kedepan, apakah sudah layak direlokasi atau tidak?,” katanya.
Menyikapi permintaan sejumlah warga dan legislator yang mengusulkan pemindahkan Terminal Mallengkeri ditanggapi serius Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh.
Menurut Ibe sapaan akrabnya, merelokasi Terminal mallengkeri tidak semudah apa yang dibayangkan.
“Tidak semudah apa yang kita bayangkan untuk memindahkan Terminal Mallengkeri. Kalau mau dipindahkan, itu mau dipindahkan kemana ?. Ini Terminal hanya ingin di perbaharui dan dijaga bersama-sama, demi kenyamanan dan keamanan kita bersama,” tukasnya.
Ibe juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar untuk terlibat membenahi kondisi didalam Terminal Mallengkeri yang cukup memprihatinkan. Meskipun Terminal di ditangani PD Terminal Metro Makassar, namun kantor Dishub Makassar yang berada didalam Terminal Mallengkeri membuat Dishub Makassar ikut terlibat dalam pemeliharaan Terminal.
“Pemeliharaan fasilitas didalam Terminal Mallengkeri seperti ruang tunggu dan infrastruktur jalan harus ditanggung oleh Dishub Makassar, karena kantor Dishub Makassar juga berada didalam terminal dan pasti ikut menikmati fasilitas yang ada didalam terminal,” tegas Ibe, kemarin.(ita-arf/b)

