pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

DPD-RI Janji Perjuangkan Jembatan Tello

MAKASSAR, BKM — Persoalan kemacetan parah yang terjadi di Jembatan Tello serta mandeknya pelebaran jembatan karena kontraktornya kena pinalty ternyata sampai juga ke telinga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sulsel.

Sehingga dalam kunjungan kerja ke Makassar, anggota DPD Bahar Ngitung bersama rombongan komite II DPD melakukan peninjauan ke lokasi yang bermasalah tersebut, Minggu (13/3).
Usai melakukan pengamatan di lokasi itu, Bahar menilai jika pelebaran jalan dan jembatan sudah semakin mendesak.
“Potensi kemacetan lalu lintas di sini akan semakin besar mengingat pertumbuhan kendaraan setiap tahun makin tinggi,” ungkap Bahar di sela-sela peninjauan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, Bahar menyimpulkan mandeknya proyek jembatan Tello bukan karena terkendala teknis. Melainkan permasalahan di pihak kontraktor. Jika ada kontraktor yang serius, penyelesaian pembangunannya tidak butuh waktu yang panjang.
Bahar menegaskan, pelebaran jembatan itu tidak boleh tertunda terlalu lama hingga tahun depan hanya karena persoalan menunggu dianggarkan kembali di APBN.
Karenanya, dia mengusulkan alokasi dana pelebaran jembatan dan jalan Sungai Tello Makassar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara – Perubahan 2016.
Bahar memperkirakan pengerjaan jembatan itu bisa dipacu sehingga selesai dalam tiga bulan, tidak perlu menunggu sampai tahun anggaran baru di 2017.
Seperti diketahui, pelebaran jembatan dan jalan sungai Tello bersoal saat pengerjaannya. Proyek itu dianggarkan melalui APBN tahun 2015. Namun kontraktor pemenang tender tak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) Makassar kemudian mengusulkan pembangunannya ditender ulang pada 2017, untuk mengantisipasi mepetnya waktu di tahun ini.
Alokasi dana di APBN-P dinilai sangat memungkinkan. DPR disebut baru akan membahas anggaran perubahan di bulan April. Diperkirakan pengesahannya paling lambat di Juli. Tender kemudian diupayakan pada Agustus, agar proyek bisa dilanjutkan pada September hingga Desember. Bahar berharap, panitia lelang ke depan akan lebih mengedepankan kontraktor lokal dari Sulsel karena lebih mengetahui kondisi lokasi.
Namun, usulan Bahar Ngitung itu dinilai susah diwujudkan.
Kepala Satuan Kerja Jalan Metropolitan BPPJN VI Makassar Rahman Jamil mengatakan, jika anggaran pelebaran jalan dan jembatan Tello diusahakan melalui APBN-P 2016, kemungkinan paling lambat disahkan September. Proses lelang tender sendiri memakan waktu sekitar dua bulan. Otomatis waktu yang tersisa untuk pengerjaan proyek hanya satu bulan, yakni Desember 2016.
Dia melanjutkan, pengalihan proyek ke 2017 sudah sangat rasional. Jika pengerjaan dimulai di Januari tahun depan, kontraktor punya banyak waktu menyelesaikan pekerjaannya sesuai rencana. Dia mengaku tak ingin lagi timbul persoalan karena memaksakan pekerjaan dalam waktu yang mepet.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelabaran jembatan dan jalan Sungai Tello ditender Rp14 Miliar dari anggaran tersedia Rp17 Miliar di tahun 2015. Ke depan, Rahman memperkirakan kelanjutan proyek membutuhkan Rp5 Miliar. Rp 2 Miliar didapat dari sisa uang yang dikembalikan kontraktor terdahulu. Adapun Rp3 Miliar lainnya dari selisih penawaran lelang sebelumnya. (rhm/war)



×


DPD-RI Janji Perjuangkan Jembatan Tello

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar