pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Darah Keluar dari Mata dan Mulut

Pengajar Ditemukan Tewas di Panti Pijat

MAKASSAR, BKM — Hasil pemeriksaan polisi terhadap kondisi jenazah Salim Pary, SH (63) cukup mengenaskan. Dari mata dan mulut tenaga pengajar di salah satu sekolah ini dilaporkan mengeluarkan darah. Diduga, Salim Pary tewas akibat pembuluh darahnya pecah.

Salim Pary ditemukan tak bernyawa saat hendak melakukan pijat di lantai 2 kamar 211 panti pijat Sehat Segar di Jalan Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Minggu (20/3) malam.
Setelah kejadian ini, panti pijat ini ditutup sementara. Pantauan BKM, Senin (21/3) siang, bagian depan panti pijat Sehat Segar dipasangi police line. Pintu ruko yang terbuat dari besi tertutup rapat.
Kapolsek Panakkukang, Kompol Woro Susilo yang dikonfirmasi, Senin (21/3) mengatakan dari hasil identifikasi sementara, polisi menduga korban tewas karena terjadi pemecahan pembulu darah.
Namun, kata Woro, ini masih dugaan sementara. Polisi, kata dia, masih akan terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti serta meminta keterangan para saksi. Terutama beberapa karyawan panti pijat.
“Sejumlah keterangan dari karyawan panti pijat telah kami kantongi. Saat ini pihak Rumah Sakit Bhayangkara juga sementara melakukan penyelidikan. Nanti setelah hasil pemeriksaan dokter, baru diketahui apa penyebabnya,” kata Woro.
Seperti diketahui bahwa, peristiwa ini bermula ketika Salim Pary datang ke panti pijat Sehat Segar, Minggu (20/3). Warga Puri Taman Sari, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Makassar ini tiba di Sehat Segar pukul 18.50 Wita.
Menurut keterangan Sarah Nova Berta (33), salah satu tukang pijat yang hari itu melayani korban, selama ia bekerja di Sehat Segar ia baru pertama kali memijat Salim.
“Antara saya dan korban baru pertama kali bertemu. Itupun karena korban menghubunginya lalu ia menerima korban setelah mendapat panggilan dari earphone dan menemuinya,” aku Sarah.
Sarah menjelaskan, setelah bertemu Salim, ia langsung mempersilakan masuk ke kamar dan duduk di ranjang. Namun, tiba-tiba korban mengeluh sakit.
Rasa sakit itu hanya sebentar. Lalu kondisi korban, menurut Sarah mulai membaik. “Saat korban mulai membaik saya lalu keluar mengambil krim untuk pijat. Sekitar 10 menit kemudian saya kembali lagi ke dalam kamar. Saat saya baru akan memijat bagian kakinya, saya kaget, karena tiba-tiba bapak itu minta minum dan mengambil sendiri minuman air mineralnya,” katanya.
Saat selesai pijat, korban hendak mengambil uang di dompetnya. Belum sempat menyerahkan uang, tiba-tiba Salim terjatuh dan kejang-kejang. Telinga, mata dan mulutnya mengeluarkan darah.
“Saya kaget dan minta tolong, saya tidak bisa bikin apa-apa,” kata Sarah yang mengaku tinggal di Antang.
Sementara itu, kasir panti pijat, Kartini Effendi (31) yang juga telah diperiksa mengaku jika korban sering datang pijat di Sehat Segar. “Bapak (Salim, red) itu kerap datang ke sini. Saat itu saya arahkan ke atas bersama room boy untuk diantar ke lantai 2 kamar 211,” katanya.
Kanit Reksrim Polsek Panakkukang, AKP Warpa mengaku mengetahui peristiwa ini setelah polisi mendapat informasi dari petugas panti pijat. Aparat yang tiba di lokasi langsung mengidentifikasi jenazah korban dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Di lokasi kejadian, polisi menyita beberapa barang bukti seperti sebuah botol air mineral, minuman Pocari Sweat, sat buah handuk dan satu buah hand body merk Citra. (ish/maf)



×


Darah Keluar dari Mata dan Mulut

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar