pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sebelum Naik Heli, Mayor Faqih Telepon Adiknya

SOPPENG, BKM — Mayor (Inf) Faqih Rasyid, merupakan salah satu korban tewas jatuhnya pesawat helikopter Bell 412 di Poso, Sulawesi Tengah. Saudara Mayor Fakih di Kabupaten Soppeng terpukul dengan insiden ini.
Diketahui, Mayor Faqih adalah Kepala Penerangan Korem Tadulako. Ia adalah putra asli Kabupaten Soppeng. Pihak keluarga sebenarnya menginginkan agar jenazah korban dimakamkan di kampung halamannya. Namun, setelah ada perintah dari Panglima TNI bahwa semua korban jatuhnya helikopter di Poso dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, pihak keluarga ikhlas.
IST
KIRIM FOTO – Inilah foto Mayor Fakih Rasyid yang dikirim ke saudaranya di Soppeng beberapa saat sebelum helikopter yang ia tumpangi jatuh. Tampak pula saudaranya memegang foto Mayor Fakih semasa hidupnya di Jalan Pisang, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Soppeng, Senin (21/3).“Padahal kami sudah siapkan liang lahat di taman makam pahlawan di Soppeng. Sejak pagi kami sudah menggalinya,” kata Hj Hartati, kakak Mayor Faqih saat ditemui BKM di rumah duka di Jalan Pisang, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Soppeng, Senin (21/3).
Hartati mengatakan, sebelum adiknya terbang bersama helikopter melaksanakan operasi Tinombala mengejar jaringan Santoso, ia sempat menelepon adik bungsunya, Naudi yang tinggal di Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Kepada adik bungsunya, Mayor Faqih berpesan agar menjaga keluarga dengan baik.
“Adik kami Naudi yang tinggal di Malili sempat ditelepon sebelum naik heli. Ia meminta agar adik saya menjaga suaminya baik-baik karena firasatnya bakal terjadi apa-apa,” kata Hj Hartati.
Bukan hanya sekali Mayor Faqih menelepon. Tapi dua kali ia menelepon adiknya. Makanya, adiknya juga mulai ragu dengan perkataan kakaknya di Poso.
Bahkan, kata Hartati, Mayor Faqih sempat mengirim fotonya saat berada di dalam helikopter. Dalam foto itu tampak Mayor Faqih bersama rekannya menggunakan seragam TNI. Hartati juga menyampaikan, kendati adiknya dikubur di TMP Kalibata Jakarta, pihak keluarga akan tetap melakukan takziah di Soppeng. Kepada BKM, Hartati juga menyampaikan jika Mayor Faqih sejak lulus SMA di Soppeng ia langsung masuk TNI. Rumahnya ada di Makassar. Ia memiliki seorang istri dan tiga anak. Nama anaknya adalah Lestari Alamanda, Ades Fatahila dan Dian Fadila. “Mereka pulang ke

Soppeng kalau saat libur lebaran,” katanya sedih sambil memegang foto adiknya. Pantauan BKM di rumah duka, sejumlah sanak saudara, keluarga dan rekan korban berdatangan sejak pagi kemarin. Awalnya mereka mengira jenazah Mayor Faqih hendak dibawa ke Soppeng. Sejumlah karangan bunga juga nampak menghiasi rumah duka. Panglima TNI Tinjau Lokasi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meninjau lokasi jatuhnya Helikopter milik

TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 di Desa Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, Senin (21/3). Peninjauan Panglima TNI ke lokasi kejadian tersebut merupakan perintah langsung

Presiden Joko Widodo sebagai bentuk duka citanya yang mendalam, atas insiden jatuhnya Helly milik TNI AD yang sedang menjalankan tugas negara.“Saya berada di sini atas perintah Presiden Republik Indonesia, tadi malam saya telah melaporkan tentang insiden kejadian jatuhnya Helly TNI AD. Presiden RI memerintahkan saya datang ke sini, mewakili beliau turut berduka cita atas terjadinya musibah tersebut,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dilansir dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu pukul 06.15 Wita. Kedatangan Panglima TNI disambut oleh Gubernur Sulawesi Tengah

Longki Djanggola, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Ruddy Sufahriadi dan Kabinda Sulteng Brigjen TNI Agus Nedi Zaini. Panglima TNI didampingi antara lain oleh Irjen TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman dan Asops Kasad Mayjen TNI Johny L. Tobing. Sementara itu, saat peninjauan langsung Panglima TNI dengan menggunakan Helly ke Desa Kasiguncu didampingi oleh Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Kabaharkam Polri dan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Ruddy Sufahriadi.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo turut mengungkapkan duka cita mendalam untuk insiden helikopter milik TNI-AD yang jatuh di Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3). Ini disampaikannya sebelum membuka rapat terbatas di kantor kepresidenan, Jakarta, Senin (21/3).
“Kepada keluarga besar TNI dan juga BIN, saya ucapkan turut berduka cita dan berbela sungkawa atas korban yang telah gugur di Poso,” ujar pria yang akrab disapa Jokowi tersebut.
Seperti diberitakan, helikopter TNI AD itu membawa 13 orang termasuk pilot dan kopilot. Mereka berangkat dari Desa Napu sekitar pukul 17.20 WITA. Rencananya helikopter itu tiba di stadion Poso pukul 17.50 WITA. Namun sayang, heli yang mereka tumpangi jatuh karena faktor cuaca sehingga menyebabkan alutsista buatan Bell Helicopter itu jatuh di areal perkebunan di Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah.
13 orang dalam pesawat itu di antaranya Danrem 132 Tadulako Kolonel Inf. Saiful Anwar, Dandenpom Palu Letkol CPM Teddy S Prapat, Kol Inf Ontang, Kakesdim 1307 Poso Kapten CKM Yantodan Kolonel Heri Setiaji.
Selain itu juga Kapenrem 132 Tadulako Fakih Rasyid, Ajudan Danrem Prada Kiki. Sementara Crew Penerbang yakni Kapten Pnb Agung, Lettu Pnb Wirahadi, Letda Tito, Sertu

Bagus dan Pratu Bangkit. (fir/jpnn/maf)



×


Sebelum Naik Heli, Mayor Faqih Telepon Adiknya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar