pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Siswa SMK Ujian Pakai Baju Tahanan

Tersangka Kasus Begal UN di Rutan

MAKASSAR, BKM — Lima pelajar SMK terpaksa harus mengikuti ujian nasional (UN) di sebuah gereja Rumah Tahanan
Negara Kelas I Makassar, Senin (4/5). Mereka yang berasal dari dua sekolah swasta berbeda itu ditahan terkait kasus begal.
Tiga dari lima pelajar itu merupakan tahanan Polsek Makassar. Sementara dua lainnya adalah tahanan Polsek Panakkukang.
Dari pantauan BKM, kelima pelajar SMK ini mengikuti UN secara manual. Mereka mengerjakan naskah ujian di bawah pengawasan petugas Lapas serta dari Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Tidak semuanya mengenakan seragam sekolah saat mereka mengikuti ujian. Tiga diantaranya memakai pakaian tahanan warna biru.
Kepala Rutan Kelas 1 Makassar, Surianto mengatakan, materi ujian yang dikerjakan kelima pelajar ini sama dengan siswa lainnya di luar rutan. ”Mata pelajarannya sama dengan yang diujikan kepada pelajar yang tidak menjalani proses hukum. Hanya lokasinya yang berbeda. Pengawas ujian melibatkan guru dari masing-masing sekolah, Dinas Pendidikan serta petugas Lapas,” jelas Surianto, kemarin.
Sementara itu, pelaksanaan UN tingkat SMA dan SMK hari pertama, kemarin berlangsung di bawah penjagaan ketat. Materi yang diujikan adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Dari pantauan BKM di SMAN 5 dan SMAN 1, aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di depan sekolah. Pengawas UN yang berasal dari sekolah lain ditempatkan di masing-masing ruangan.
Di SMAN 5 Makassar, beberapa teknisi juga nampak berjaga-jaga di depan ruangan untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan pada sistem komputer yang digunakan para peserta UN.
Kepala Sekolah SMAN 5 Makassar, Muh Yusran menilai, pelaksanaan UN di hari pertama berlangsung aman dan lancar. Ia bahkan menyebut, UN tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Disebutkan Yusran, jumlah peserta UN di hari pertama di sekolahnya sebanyak 395. Semua siswa hadir.
”Ada enam ruangan yang digunakan untuk pelaksanaan UN. Tiap ruangan diisi dua orang pengawas dan satu teknisi. Mata pelajaran di hari pertama ujian adalah Bahasa Indonesia dengan tiga sesi,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto bersama Komisi D DPRD Makassar memantau pelaksanaan UN di beberapa sekolah. Diantaranya SMAN 19 di Jalan Inspeksi PAM Timur Kecamatan Manggala, Nipa-Nipa dan SMAN 18, Jalan Pacerakkang, Daya.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil mengatakan, dari hasil pemantauan secara langsung di dua sekolah, secara umum pelaksanaan UN hampir sama dengan tahun sebelumnya.
“Pantauan tadi secara keseluruhan berjalan lancar. Meski ada ada beberapa kendala, tapi itu semua bisa diatas. Cuman sebagian sekolah belum menggunakan sistem komputer,” ungkap Muda, sapaan akrab Mudzakkir di selaa-sela memantau pelaksanaan UN di SMAN 18.
Di hari pertama, untuk sekolah yang melaksanakan UN secara manual, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dan Kimia bagi jurusan IPA. Sementara untuk jurusan IPS, yang diujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Geografi. Waktu yang disediakan bagi para peserta selama dua jam.
Setelah memantau pelaksanaan UN, rencananya Komisi D akan memanggil SKPD terkait di lingkup Pemkot Makassar untuk dilakukan evaluasi guna pembenahan pelaksanaan UN SMP dan SD.
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Iqbal Djalil mengakui, dari kunjungan ke sekolah yang melaksanakan UN, ditemukan masih ada sekolah yang belum menerapkan UNBK. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi. (ish-arf-ita/rus)



×


Siswa SMK Ujian Pakai Baju Tahanan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar