pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kapolda Baru Disambut Tawuran, Satu Tewas

Mapolda Juga Terbakar, 72 Tahanan Dipindah ke Rutan

MAKASSAR, BKM — Dua peristiwa menyambut kedatangan Kapolda Sulselbar yang baru, Irjen Pol Anton Charliyan di Makassar. Masing-masing tawuran antarwarga yang menewaskan satu orang, serta terbakarnya markas Polda di Jalan Perintis Kemerdekaan km 16, Makassar.
Anton dan rombongan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (24/4) pukul 14.22 Wita. Dari bandara, mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri itu menuju Hotel Clarion di Jalan AP Petta Rani, Makassar.
Selang beberapa jam kemudian, tepatnya pada Senin dinihari (25/4) pukul 02.00 Wita, terjadi aksi saling serang dua kelompok warga di Jalan Bontoduri 10. Lokasi ini tidak terlalu jauh dari Hotel Clarion, tempat menginap sementara Kapolda.
Sekitar dua jam berikutnya, peristiwa baru terjadi. Mapolda Sulselbar yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan terbakar. Api melalap sejumlah ruangan yang ada di lantai dua.
Pada peristiwa saling serang dua kelompok, warga dari Tanah Merah terlebih dahulu menyerang pemukiman di Jalan Bontoduri 10. Mereka menggunakan batu, busur dan anak panah, serta senjata rakitan. Penyerangan dilakukan secara membabibuta.
Seorang warga dari Tanah Merah bernama Firhan, langsung naik ke atas rumah panggung milik Dg Ngani. Dia mencari si empunya rumah namun tidak ada. Rumah Dg Ngani akhirnya menjadi sasaran pengrusakan. Usai beraksi, mereka kembali ke Tanah Merah.
Tidak lama berselang, ketika warga Tanah Merah dalam perjalanan pulang, tepat di Jalan Muh Tahir datang sekelompok massa dari Jalan Bontoduri 10. Mereka melakukan aksi serangan balasan.
Saling serang antara kedua kelompok ini tak terhindarkan. Anak panah yang meluncur dari busur berseliweran. Begitu pula dengan batu. Termasuk peluru yang ditembakkan dari senjata rakitan.
Akibat peristiwa ini, seorang warga Jalan Bontoduri 10 bernama Rizal (17) terkena anak panah pada bagian lehernya, serta tertembus peluru senjata rakitan pada bagian dada sebelah kiri.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. Namun nyawanya tak tertolong.
Menyusul peristiwa ini, anggota Polsek Tamalate dan Resmob Polrestabes Makassar langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka melakukan penyisiran untuk mencari pelaku. Namun tak satupun yang berhasil ditangkap.
Dari hasil pelacakan yang dilakukan polisi, identitas pelaku penyerangan dari Tanah Merah berhasil diidentifikasi. Mereka adalah Em, Fin, San dan Mal.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Pol Burhanuddin yang dikonfirmasi, kemarin mengaku belum bisa memastikan apa motif penyerangan dan penembakan yang menggunakan senjata rakitan tersebut.
”Belum ada pelaku penyerangan yang ditangkap. Anggota Polsek Tamalate masih melakukan pencarian terhadap orang yang diduga terlibat. Identitas mereka sudah dikantongi,” ujar Kompol Burhanuddin.
Sementara akibat kebakaran di Mapolda, sebanyak 72 orang tahanan, baik pria maupun wanita terpaksa dievakuasi ke Masjid Syuhada 45 yang terletak di dalam kawasan mapolda. Sebanyak 10 unit armada milik Dinas Pemadam dan Kebakaran (Damkar) Pemkot Makassar yang datang ke lokasi, berhasil menjinakkan api.
Hampir seluruh ruangan yang ada di lantai dua terbakar. Seperti ruangan yang ditempati Subdit 1 Kamneg, Subdit 2 Harda dan Subdit 3 Tahbang. Termasuk ruang Ditreskrim Narkoba, juga ludes dilalap di jago merah.
Bukan hanya bangunan, arsip dan dokumen penting, khususnya berkas sejumlah kasus yang ditangani Polda Sulselbar habis menjadi abu.
Hingga kemarin, tahanan yang merupakan tersangka sejumlah tindak kejahatan masih berada di ruangan masjid. Mereka mendapat penjagaan dan pengawalan ketat pihak Tahti Polda Sulselbar.
Dugaan sementara, sumber api berasal dari lantai 2 ruang Subdit 3 Tahbang yang menjalar hingga ke lantai 3. Pemicunya diduga arus pendek listrik. Sementara lantai 1 ruang Direktorat Reserse Kriminal tidak terjangkau si jago merah.
Sesaat setelah api berkobar, para perwira Polda yang menerima informasi langsung berdatangan. Termasuk Wakapolda, Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono juga berada di lokasi dan memantau langsung proses pemadaman.
Kepala SPKT Siaga III Polda Sulsel, Kompol Syarifuddin R yang ditemui, mengaku saat itu dirinya sedang melakukan patroli di sekitar kantor. Tiba-tiba ia melihat asap keluar dari gedung lantai 2 Ditreskrim.
“Saya sementara patroli dan melihat ada asap keluar dari lantai dua di gedung Ditreskrim. Saat itu juga saya langsung hubungi pemadam kebakaran dan menelpon Irwasda. Selain itu, tahanan langsung kami evakuasi dan diawasi di sekitar halaman masjid,” ujar Kompol Syarifuddin.
Peristiwa kebakaran ini tidak berpengaruh terhadap rangkaian prosesi penyambutan Kapolda, Irjen Pol Anton Charliyan, Senin (25/4) pagi. Anton kemudian memantau kondisi ruangan Ditnarkoba yang terbakar.
Tak lupa ia melihat langsung para tahanan. Jumlahnya dihitung. Hasilnya, tidak ada yang kabur saat kejadian.
Kepada wartawan, Anton mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaran. ”Kami masih mencari tahu penyebabnya,” ujarnya.
Khusus untuk para tahanan, Kapolda berencana untuk menitipkannya. ”Saya cek dulu kondisinya, apakah (para tahanan) kita titip di lapas atau di polres,” tambahnya.
Informasi terakhir yang diperoleh, kemarin, pukul 14.33 Wita, para tahanan yang terdiri dari 63 pria dan 9 wanita itu dievakuasi dari Mapolda Sulselbar menuju Rutan Kelas I di Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Para tahanan tersebut ditempatkan sementara di areal Mapeling (Masa Pengenalan Lingkungan) yang berada di kompleks Rutan Makassar.
Anton mengakui, kebakaran yang terjadi di lantai dua dan tiga Direktorat Reserse Kriminal Umum ini menghanguskan sebagian besar berkas yang ada di dalamnya. Meski begitu, masih ada berkas yang dapat diselamatkan.
”Tidak ada barang bukti penyelidikan maupun penyidikan yang disimpan di dalam ruangan yang terbakar itu,” terangnya.
Sebelum kebakaran melanda mapolda, pihak yang mengatasnamakan Rumah Pelayanan Listrik Terpadu (RPLT) bekerja sama Polda Sulselbar telah melakukan pemeriksaan instalasi listrik gedung yang usianya sudah 15 tahun. Pemeriksaan itu untuk mengantisipasi ancaman bahaya kebakaran.
Hal tersebut disampaikan Arsyad Dg Talle, Ketua Umum Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Sulsel, saat menggelar pertemuan yang dihadiri sejumlah wartawan dan Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera. Pertemuan berlangsung di kantor DPD AKLI Sulsel Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Jumat (18/3) lalu.
Dijelaskan Arsyad ketika itu, kerja sama antara RPLT yang di dalamnya tergabung sembilan organisasi dengan Polda Sulsel, mencakup kegiatan proses, evaluasi, perencanaan serta solusi dari peninjauannya ke Mapolda Sulsel guna mencegah terjadinya musibah kebakaran akibat korsleting listrik.
”Tujuan dari tinjauan kami di kantor Mapolda bukan bermaksud menyatakan instalasi listriknya tidak layak lagi. RPLT menurunkan tim ahli secara teknis untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik,” jelas Arsyad. (jul-ish/rus)



×


Kapolda Baru Disambut Tawuran, Satu Tewas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar