MAKASSAR, BKM– Harga sembako mulai bergerak naik di sejumlah pasar tradisional di Makassar meski Bulan Suci Ramadan 1437 Hijriah masih menyisahkan waktu satu bulan lebih.
Dari pantauan BKM, Kamis (28/4), sejumlah bahan pokok seperti bawang merah, bawang putih, telur dan daging ayam mulai naik.
Di Pasar Terong, harga bawang merah naik mencapai Rp45 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya Rp30 ribu per kilo. Begitupun, dengan harga bawah putih yang juga naik sebesar Rp40 ribu per kilo dari harga sebelumnya Rp3o ribu per kilo.
Selain harga bawang merah dan putih, harga kebutuhan pokok yang turut naik yakni harga daging ayam yang mencapai Rp48 ribu per ekor dari harga sebelumnya Rp40 hingga Rp45 ribu per rekor.
Sementara pantauan di Pasar Tradisional Panakukang, harga telur juga merangkak naik menjadi Rp33 ribu per rak dari harga sebelumnya Rp28 ribu per rak.
“Harga ayam potong yang sebelumnya Rp 45.000 per ekor ukuran besar naik menjadi Rp 48.000 per ekor. Sedangkan, harga telur ayam ras juga bervariasi kenaikannya,” kata salah seorang pedagang Muli di Pasar Terong, Makassar, kemarin.
Dia mengatakan, kenaikan harga itu sudah terjadi empat hari terakhir dan harga jenis Sembako itu diperkirakan akan terus naik pada Ramadan.
Menurut dia, kenaikan harga telur dan daging ayam terus naik karena pasokan berkurang, sementara permintaan terus meningkat.
Sementara itu, pedagang lainnya di Pasar Panakukang, Asrul mengatakan, telur ayam ras juga naik dari harga sebelumnya Rp28 ribu per rak menjadi Rp33 ribu per rak.
“Seharusnya pihak pemerintah segera turun tangan sebelum harga betul-betul melambung, karena selain pembeli yang diberatkan, kami pedagang pengecer pun juga merasa terbebani dengan kenaikan harga yang diperoleh dari pihak distributor atau pedagang pengumpul,” katanya.
Menyikapi hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghindari kenaikan harga dan kelangkaan stok sembako.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel, Hadi Basalamah menjelaskan, sudah menjadi agenda rutin setiap tahun menjelang Ramadan, pihaknya menyiapkan sejumlah permanen sistem. Diantaranya, mengeluarkan surat edaran kepada seluruh bupati/wali kota untuk mempersiapkan langkah-langkah straregis agar stok kebutuhan sembako tetap aman bagi rakyat.
Dia melanjutkan, pihaknya juga melakukan langkah koorsinasi dan membuat perencanaan yang akan dilakukan sekaitan dengan langkah antisipasi yang akan dilakukan untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil.
Hadi melanjutkan, pihaknya juga rutin melakukan pertemuan dengan distributor dan produsen seluruh kebutuhan pokok untuk memastikan stok tetap aman.
Termasuk memastikan kesiapan sarana transportasi dan bongkar muat barang di pelabuhan karena menjadi faktor lancarnya distribusi barang.
Gerakan lain yang dilakukan adalah akan menggelar pasar murah.
“Itu rutin dilakukan jelang Ramadan dan Idul Fitri untuk membantu masyarakat mendapatkan sembako murah,” kata Hadi disela-sela ToT yang berlangsung di Hotel Imperial Aryaduta, Kamis (28/4).
Lebih jauh, Hadi memprediksi, harga kebutuhan pokok dan kondisi stok tidak ada masalah saat pemakaian masyarakat cukup besar.
“Kuncinya pada stok. Kalau ketersediaan aman dan lancar, harganya tidak akan melonjak tinggi,” jelasnya.
Tugas Disperindag juga rutin melakukan pemantauan dan distribusi barang di sentra-sentra penjualan seperti di pasar dan supermaket.
Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan instansi yang berkompeten untuk menjaga kestabilan harga.
Yang terpenting, pihaknya akan menambah stok kebutuhan sembako masyarakat yang diprediksi akan melonjak 10 hingga 15 persen saat Ramadan dan Idul Fitri. (rhm/war)

