MAMUJU, BKM — Keterlibatan perempuan dalam isu politik dan pembangunan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Apalagi setelah konstitusi memberi ruang besar bagi partisipasi mereka dalam segala lini kehidupan bangsa. Hal itu disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mamuju Utara (Matra), M Natsir saat membuka acara dialog implementasi politik dan strategi nasional bagi kaum gender yang diadakan Biro Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Sulbar, Senin (23/5).
Ia mengatakan, saat ini perempuan tidak bisa lagi berpangku tangan terhadap upaya pembangunan khususnya di Matra. Tapi ia juga mesti terlibat aktif, mulai dari perencanaan pembangunan, pelaksanaan, bahkan hingga proses evaluasi pembangunan. ”Jadi kaum ibu mesti terlibat aktif dalam proses pembangunan. Kalau Musrenbang misalnya ibu-ibu harus hadir disitu, biar tau seperti apa kekurangan pembangunan di wilayahnya. Sekaligus mengusulkan ide-ide kreatifnya,” ujar M Natsir.
Kendati demikian, ia berharap, dengan peran serta perempuan dalam pembangunan, tidak membuatnya lupa akan fitrahnya sebagai seorang ibu rumahtangga yang juga dituntut untuk bisa dijalankan sebaik mungkin. ”Peran serta perempuan telah menjadi fokus kebijakan nasional. Dalam bidang politik saja, perempuan sudah diberi ruang sebesar-besarnya. Dimana, harus ada keterwakilan perempuan sebesar 30 persen baik di lembaga legislatif maupun eksekutif,” tambahnya.
Perempuan Mesti Aktif Dalam Pembangunan
×

