pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Korban Kekerasan Seks Diusir dari Rumah

MAKASSAR, BKM — Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Inilah yang dialami PP, seorang siswi SMP yang digerebek di Wisma Sehati Jalan Cendrawasih, Senin (23/5) sore.
Ternyata, cewek belia yang masih duduk di bangku kelas VIII sebuah SMP negeri di selatan Kota Makassar itu, menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga lelaki, yang dua diantaranya adalah teman sekolahnya. Masing-masing RZ (15) dan IK (13), warga Jalan Bontoduri. Sementara Wahyu Andri Purnomo (20) yang sudah tamat SMA merupakan warga Jalan Baji Gau.
Selain jadi korban kekerasan seks, PP juga telah diusir dari rumah oleh bapak kandungnya. Ia kini tinggal bersama bapak tirinya di seputaran Jalan Cendrawasih.
Kedua orang tua kandung PP sudah bercerai. Sejak saat itu ia tinggal bersama bapaknya. Sementara ibunya menikah lagi, namun kini sudah meninggal dunia.
Terusir dari rumah oleh bapak kandungnya akibat malu, PP kemudian pindah ke rumah bapak tirinya. Mengetahui apa yang telah terjadi pada PP, sang bapak tiri kemudian mewanti-wanti untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Jika itu kembali terjadi, PP akan diusir dari rumah.
”Dia (PP) diusir oleh bapak kandungnya. Sekarang tinggal di rumah bapak tirinya,” ungkap Nurdin, kepala SMP tempat PP bersekolah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/5).
Nurdin mengaku sudah mengetahui apa yang terjadi pada anak didiknya itu. Diapun memberikan wejangan serta nasihat kepada PP agar lebih berhati-hati dalam bergaul.
Karena menjadi korban dalam kejadian ini, pihak sekolah kemudian memberikan kesempatan kepada PP untuk mengikuti ujian semester kenaikan kelas yang sementara berlangsung.
Sementara IK, teman kelas PP yang menjadi pelaku pencabulan terhadap korban, tidak lagi bisa mengikuti ujian semester. Sebab hingga kemarin ia masih berada di Mapolsek Mamajang untuk proses hukum atas perbuatan yang telah dilakukannya.
Rencananya, pihak sekolah akan memanggil orang tua siswa yang telah mencoreng nama baik sekolah. Selain itu, juga akan dilaksanakan rapat guru serta memberikan peringatan terhadap siswa bersangkutan. Rekam jejak IK juga akan ditelusuri, apakah selama ini sering membuat kesalahan di sekolah atau tidak.
Kepada BKM, Nurdin sedikit menjelaskan kronologis kejadian yang dialami PP. Hal ini sesuai penuturan PP saat dimintai penjelasannya oleh pihak sekolah.
”Awalnya dia (PP) diajak oleh teman kelasnya (Ik) untuk mengerjakan kisi-kisi menjelang ujian di Jalan Baji Gau. Kemudian datang teman Ik, yakni RZ dan Wahyu. Mereka kemudian membawa PP ke wisma. Sebelumnya PP diberi obat, namun tidak sampai mabuk dan hilang kesadaran. Sehingga pada saat Wahyu dan Rz mau beraksi membuka pakaian PP, dia berteriak. Teriakannya terdengar oleh petugas hingga dilakukan penggerebekan,” terang Nurdin.
Menyikapi kasus ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar menjadwalkan untuk segera memanggil orang tua pelajar SMP yang tepergok tengah melakukan pesta seks di wisma. Selain itu, ketiga pelajar SMP tersebut juga akan dipanggil untuk memberikan penjelasan, dan selanjutnya diberikan pembinaan.
Kepala Disdikbud Kota Makassar, Alimuddin Tarawe sangat menyayangkan adanya siswa SMP yang tepergok melakukan pesta seks di wisma di Makassar. Hanya saja, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena kejadiannya berlangsung di luar sekolah.
”Kita tidak punya banyak kewenangan untuk menindak tegas pelajar itu. Mereka mereka melakukannya di luar sekolah, meskipun masih mengenakan seragam. Tapi kami tetap akan memberikan pembinaan, baik kepada pelajar maupun orangtuanya,” ujar Alimuddin, Rabu (25/5).
Dia berharap kepada seluruh orang tua untuk benar benar memantau dan mendidik anak-anaknya, selain pembinaan di sekolah. Sebab, pihak sekolah tidak mampu mengontrol siswa yang begitu banyak. Apalagi aktivitas siswanya di luar sekolah.
“Disinilah pentingnya kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah untuk mendidik anak-anak kita agar tidak berani melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Pembinaan mental kepada siswa diharap mampu memberikan pendidikan yang lebih baik kepada merek,” tandasnya.
Terpisah, Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh meminta kepada Disdikbud untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelajar yang tepergok berbuat mesum di wisma. Jika terbukti, siswa tersebut harus dikeluarkan dari sekolah.
”Perbuatan mereka telah mencoreng nama baik sekolah. Karenanya, harus dikeluarkan. Apalagi di usianya yang masih muda, mereka tidak pantas melakukan seks bebas,” tegas Ibe, sapaan akrab Sekkot.
Diapun mengingatkan kepada orang tua dan pihak sekolah untuk lebih efektif mendidik generasi muda agar tidak terjerumus pada hal-hal buruk. Sebab jika mereka tidak mendapat didikan sejak dini, tidak menutup kemungkinan akan terus salah dalam pergaulannya.
Informasi terbaru dari Polsek Mamajang, kemarin menyebutkan, tiga orang pelaku pencabulan terhadap PP telah ditahan. IK, RZ dan Wahyu ditahan di ruang penyidik lantai II Mapoldak Mamajang. Sementara PP dipulangkan setelah dimintai keterangan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar. PP diketahui menjadi korban dalam kejadian ini.
Tiga orang remaja yang telah menjalani pemeriksaan penyidik di lantai II, kemudian dibawa turun ke ruang Binmas. Mereka kemudian diberikan pengarahan dan pencerahan agama dari anggota Babinkantibmas Polsek Mamajang.
Kapolsek Mamajng, Kompol Mihardi melalui pesan singkat saat dihubungi kemarin untuk konfirmasi, mengaku tengah mengikuti rapat di Mapolrestabes Makassar. Dia menyerahkan pemberian informasi untuk BKM kepada Panit Reskrim, Iptu Ali Haeruddin.
Dijelaskan Iptu Ali, ketiga pelaku ditahan dan dijerat dengan Undang-undang No 35 tahun 2014 pasal 82 ayat 1, pasal 81 ayat 2 tentang Perlidungan Anak.
”Dari tiga orang itu, dua diantaranya masih di bawah umur. Tapi penyidik tidak memproses anak di bawah umur, melainkan perbuatannya,” terangnya.
Soal obat daftar G yang diduga digunakan pelaku, sama sekali tidak terbukti setelah dilakukan tes. Pelaku juga menyangkali membawa obat-obatan tersebut. (man-arf-jul/rus)




×


Korban Kekerasan Seks Diusir dari Rumah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar