MAKASSAR, BKM– Jalan Syekh Yusuf, perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa masih menyisahkan persoalan. Hingga saat ini ruas jalan tersebut masih digenangi air yang sudah berlangsung puluhan tahun atau “Banjir Abadi”.
Kondisi jalan yang tak kunjung diperhatikan Pemerintah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa itu membuat warga sekitar geram. Pasalnya, air dari “Banjir Abadi” tersebut sudah berbau sangat busuk.
Atas dasar keprihatinan itu, Front Masyarakat Batas Kota menggelar aksi ujukrasa di depan Gedung DPRD Kota Makassar. Mereka mendesak pemerintah Kota Makassar untuk segera memperbaiki drainase di Jalan Syekh Yusuf.
Koordinator Aksi Syahrul Minwar mengatakan,Jalan Syekh Yusuf merupakan akses utama menuju tempat bersejarah seperti Masjid Tua Katangka, Makam Syekh Yusuf dan Makam Sultan Hasanuddin akan tetapi Pemerintah Kab Gowa maupun Pemkot Makassar seakan terkesan menutup mata melihat kondisi jalan tersebut.
“Kondisi jalan Syekh Yusuf sudah bertahun tahun tidak pernah dilakukan perbaikan. Sudah banyak pengguna jalan yang menjadi korban kecelakaan akibat genangan air yang sangat licin,” tegas Syahrul Minwar, saat menyampaikan orasinya dihadapan anggota DPRD Makassar, Rabu (1/6).
Tak hanya itu, menurut Syahrul, selain rawan kecelakaan, masyarakat juga semakin khawatir akan ancaman penyakit yang muncul dari genangan air yang berasal dari air kotoran dari drainase yang tersumbat.
Untuk itu, Syahrul mendesak pemerintah setempat untuk segera menindak lanjuti apa yang selama ini menjadi keresahan warga sekitar.”Kami sudah beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa dan mengambil inisiatif sendiri dengan menutup jalan sebagai bentuk protes kami. Kami pun sudah beberapa kali mengadukan hal ini ke DPRD kota maupun Provinsi tetapi apa yang menjadi aspirasi kami belum pernah ditindak lanjuti,” jelasnya.
Menyikapi hal itu, anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Arifin Kulle mengatakan, anggaran perbaikan jalan dan drainase sudah dianggarkan pada APBD Pokok 2015 lalu yang nilainya sebesar Rp2,1 miliar.”Kami ini bukan pengguna anggaran, saya sarankan tuntutan ini dipertanyakan langsung ke dinas terkait. Mengapa sampai sekarang belum juga dilakukan perbaikan. Yang pasti anggarannya sudah ada,” tandasnya.
Arifin juga mengaku, siap mengawal apa yang menjadi tuntutan masyarakat dengan meminta dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan Jalan Syekh Yusuf.”Kita sama-sama berjuang, saya akan kawal apa yang menjadi tuntutan masyarakat,” ujar Arifin Kulle dihadapan para pengunjuk rasa.(ita/war)

