MAKASSAR, BKM — Proyek pembangunan underpass simpang lima terus digenjot agar bisa selesai tepat waktu. Posisi pekerjaan Kamis malam (23/6) hingga Jumat (24/6) dinihari, jalan utama di area Makassar sudah dicor sepanjang 35 meter.
Kepala Satker Jalan Metropolitan Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan (BBPJN) VI Makassar, Rahman Djamil mengemukakan, kendati puasa, aktifitas pengerjaan underpass simpang lima terus digenjot agar bisa on schedule.
“Posisi terakhir, jalan utama di wilayah Makassar hingga dinihari sudah dicor sepanjang 35 meter,” kata Rahman, Jumat (24/6).
Selain itu, lanjut Rahman, plat bagian atas underpass sudah dibeton juga.
Rahman melanjutkan, jalan samping ke arah Maros juga sudah hampir rampung. Pihaknya sudah meminta kontraktor yang mengerjakan proyek untuk mengupayakan penyelesaian menjelang lebaran agar sudah bisa digunakan.
“Kami upayakan sudah bisa digunakan sebelum lebaran,” kata Rahman kepada BKM via telepon, Jumat (24/6).
Jika melihat perkembangan pekerjaan di lapangan, kata Rahman, sudah cukup maju dibanding sebelumnya. Untuk bisa mengejar keterlambatan yang ada, pihaknya mengusahakan menyicil pekerjaan dengan pelan-pelan.
Selain itu, pekerjaan di proyek underpass tetap berlangsung hingga jelang lebaran. Rahman mengatakan, kemungkinan aktifitas di underpass hanya akan diistirahatkan saat hari lebaran.
Dia menegaskan, keterlambatan pekerjaan lebih disebabkan karena persoalan pembebasan lahan yang baru rampung. Selain itu, karena adanya pembenahan utilitas seperti kabel telepon, listrik, dan pipa PDAM.
“Kita akan kejar pelan-pelan keterlambatan dengan melakukan akselerasi,” jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menemukan ada sedikit keterlambatan pekerjaan saat melakukan sidak belum lama ini. Karena itu, dia meminta BBPJN VI, lebih menggenjot pengerjaan underpas untuk mengejar ketertinggalan yang ada.
“Kami berharap proyek ini dalam kondisi on schedule sehingga bisa selesai tepat waktu yakni sekitar Juni 2017,” kata Syahrul.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek underpass Simpang Lima, Marlin Ramli mengatakan, hingga saat ini progress Simpang Lima pada posisi sekitar 30 persen.
Kontraktor pelaksana kegiatan sementara menunggu proses rigid, terutama yang ke arah Maros. Setelah itu, jalan akan ditutup karena akan dilakukan pengeboran.
Jika pekerjaan sudah akan dilakukan, lalu lintas akan diarahkan di kiri kanan jalan baru. Selain itu, aktifitas pengeboran (borpile) terus dilakukan pemancangan tiang-tiang underpass.
Berbeda dengan beberapa proyek infrastruktur yang tahun ini mengalami pemangkasan anggaran, pembangunan underpass tetap bisa dilaksanakan tanpa kendala keuangan. Malah, proyek tersebut mendapat suntikan dana sebesar Rp25 miliar.
Tahun ini, underpass mendapat alokasi sebesar Rp50 miliar. Dengan tambahan Rp25 miliar tersebut, itu berarti tahun ini total alokasi APBN untuk underpass sebesar Rp75 miliar. (rhm/rus)
Pekerja Proyek Underpass Hanya Libur saat Lebaran
×

