pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

10 Tahun Mengurus Pa’buka di Masjid

BULAN Ramadan dimanfaatkan betul oleh Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Abd Wahab Tahir. Momentum ini dimanfaatkannya untuk lebih dekat dengan keluarga, yang bisa dibilang jarang ditemukan di bulan-bulan lainnya akibat kesibukannya sebagai wakil rakyat.

Laporan: Ardhita Anggraeni

BAGI legislator Partai Golkar itu, ramadan adalah waktu untuk taaruf ilallah. Sebab dalam setahun, hanya ada satu bulan di mana semua aktifitas kebaikan yang dijalani bernilai ibadah dan dilipatgandakan pahalanya.
“Setiap ramadan saya selalu memanfaatkannya untuk lebih dekat dengan keluarga dan konstituen,” ujarnya.
Ditanya soal kebiasaan ketika berbuka puasa dan sahur, ternyata anggota dewan yang berlatar belakang aktivis ini punya makanan wajib. Saat berbuka misalnya, Wahab selalu meminta sang istri untuk menyediakan bakwan alias bikandoang.
Ternyata, sudah lama Wahab dan keluarganya menjadikan makanan khas tersebut sebagai menu berbuka puasa yang spesial. ”Bikandoang itu harus ada saat buka puasa,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Wahab kembali mengenang masa lalunya setiap Ramadan tiba. Ia kerap kali mengurus makanan untuk berbuka puasa di masjid bagi para jamaah. Tidak heran jika saat ini Wahab pulalah yang mengurus makanan berbuka puasa di rumah dan keluarga besarnya.
“Dulu, waktu masih kecil kurang lebih 10 tahun mengurus makanan pa’buka di Masjid Quba Layang, Kecamatan Bontoala. Akhirnya, sampai sekarang setiap Ramadan saya juga yang mengurusi makanan untuk buka di rumah dan keluarga besar saya,” bebernya.
Momentum yang tak kalah pentingnya bagi Wahab di bulan Ramadan ini, yaitu malam lailatul qadar. Ia bahkan punya cara tersendiri menunggu datangnya malam seribu bulan tersebut.
”Yang tidak bisa saya lupakan di bulan Ramadan adalah menunggu datangnya lailatul qadar. Dulu sebelum berkeluarga saya biasa melakukannya sendirian. Tapi sekarang, setelah punya istri dan tiga orang anak, kami melakukannya secara bersama-sama. Biasanya memperbanyak i’tikaf di 10 malam terakhir Ramadan,” terang Wahab. (*/rus)



×


10 Tahun Mengurus Pa’buka di Masjid

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar