RAMADAN selalu mendapat tempat tersendiri di hati umat muslim. Tak terkecuali bagi Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pemprov Sulsel, Irman Yasin Limpo.
Laporan: Rahmawati Amri
BULAN Ramadan menjadi momen untuk memperbanyak amal kebaikan. Waktunya menabung bagi akhirat. Sehingga sangat rugi rasanya jika momen ini dilewatkan begitu saja tanpa ada perubahan ke arah yang lebih positif.
Bagi lelaki yang akrab disapa None ini, nuansa religi di bulan suci harus dimaknai sebagai penambah spirit untuk menjadi manusia yang lebih paripurna bagi jasmani dan rohani. Bukan untuk dirinya sendiri, namun juga untuk keluarga, dan seluruh lapisan masyarakat.
Ramadan juga dimaknai sebagai momen untuk mempererat tali kasih antarsesama. Berbagi kasih, berbagi kebahagiaan, intensitasnya harus lebih baik dibanding bulan-bulan di luar Ramadan.
Khusus untuk anak istrinya, Ramadan menjadi momen untuk lebih menanamkan empati bagi mereka. Tak ada yang lebih indah dirasakan adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini ketika duduk bersama anak istri menunggu waktu berbuka puasa. Juga saat bisa melewati sahur dengan mereka.
“Itu momen paling indah bagi saya. Ketika bisa buka dan sahur dengan anak istri,” ungkapnya.
Untuk menu buka puasa maupun sahur, None tidak terlalu rewel dan neko-neko. Yang penting baik untuk kesehatan. Yah, untuk asupan karbohidrat, mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel itu, beberapa tahun terakhir, mengganti nasi putih dengan nasi merah yang lebih sehat. Sesekali, dia tetap mengonsumsi aneka olahan mie yang memang menjadi makanan favoritnya. Dia selalu berharap, setiap Ramadan yang dilewati bisa lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. (*/rus)

