TIDAK banyak orang yang menyukai semur jengkol. Apalagi dari kalangan perempuan. Musababnya, makanan yang satu bisa memicu bau yang menyengat usai mengonsumsinya.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Dely Vianti. Cewek yang akrab disapa Devy ini begitu gemar dengan semur jengkol. Bahkan, jika menu makanan itu disebut, ia langsung bereaksi dan ingin cepat makan.
Malahan, karena seringnya mengonsumsi semur jengkol, Devi ogah memilih makanan lain. Simak saja pernyataannya ini.
”Saya itu ya mbak, kalau ada daging, sate dan semur jengkol di atas meja, saya lebih memilih semur jengkol. Rasanya itu lebih nikmat ketimbang yang lain. Apalagi kalau pedas, ehmmmm,” ucapnya sambil bergumam.
Ditemui di sela-sela kegiatannya beberapa waktu lalu, wanita berambut panjang dan berkulit putih ini mengaku, jika tak sibuk bekerja ia menyempatkan diri datang ke warung kesukaannya yang menyediakan semur jengkol. Tidak jarang ia mengajak serta teman-temannya untuk ikut menikmati menu andalannya itu.
“Saya itu sering dibilangi aneh karena suka makan itu sih. Tapi gimana lagi, yang namanya doyan mbak yah, saya cuek aja. Mereka belum rasaiin sih rasanya makan itu,” kata wanita kelahiran Makassar, 17 Maret 1988 ini.
Sampai-sampai, makanan wajibnya itu hadir pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Devi juga tidak segan-segan merequest langsung menu tersebut ke mamanya untuk disajikan.
Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Dedy Abd Fitri Hidayat dan Relawati ini berharap, ke depan karirnya bisa bertambah sukses lagi. Untuk itu, selain aktif bekerja, ia juga meluangkan waktu menempuh kuliah.
”Kalau punya tekad kuat, ya harus dikejar. Saya cukup merasakan, sejak duduk di bangku kuliah sambil kerja, itu berat banget. Tapi syukurlah, sekarang bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Hobi Devi yang gemar menyanyi ia salurkan saat diminta untuk menjadi MC sekaligus pengisi suara. Kini Devi tengah mengeluti pekerjaan di Hotel Gammara Makassar. Sebelumnya ia pernah bekerja di Hotel Sahid JayaMakassar, M-Boutique Hotel dan Hotel Santika Makassar. (ita/rus)
Suka Semur Jengkol
×

