MAKASSAR, BKM — Aksi perburuan pelaku tindak kriminal di jalanan alias begal kian intensif dilakukan polisi. Namun, tindakan represif tersebut bukan tanpa risiko. Korban di pihak aparat kembali terjadi.
Kali ini yang jadi sasaran adalah anggota Polsek Tallo bernama Aiptu Arifudddin. Ia menjadi korban pemarangan yang dilakukan oleh Ramadan alias Lohan (18).
Peristiwa bermula ketika dilakukan penggerebekan di rumah Ramadan di Jalan Dg Tantu, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Senin (18/7) sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu Aiptu Arifuddin datang bersama tiga rekannya, Aiptu Landri, Brigpol Edy Putra dan Brigpol Yosef.
Mengetahui polisi yang datang, Ramadan langsung melarikan diri lewat atap rumah. Pengejaran pun dilakukan.
Aiptu Arifuddin yang datang berseragam lengkap, tiba-tiba saja didekati oleh pelaku. Arifuddin mencoba memberi tembakan peringatan, namun tidak digubris. Sebaliknya, secara tiba-tiba ia menyerang Aiptu Arifuddin dan menebas tangannya di sebelah kiri.
Tak ingin pelaku semakin beringas, Arifuddin kembali menembak Ramadan. Peluru bersarang di bagian pahanya. Ramadan pun akhirnya tak berkutik bersimbah darah. Keduanya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
Aiptu Arifuddin yang ditemui saat menjalani perawatan di RS, kemarin menuturkan, ia langsung menuju ke lokasi ketika mendapat informasi kalau Ramadan tengah berada di rumahnya. Ia bermaksud melakukan pendekatan persuasif kepada pelaku begal ini agar menyerahkan diri ke Polsek Tallo, berdasarkan sejumlah laporan kasus kriminal yang dilakukannya.
”Saya datang dengan menggunakan seragam lengkap, dan meminta secara baik-baik kepada pelaku untuk menyerahkan diri. Tapi ia langsung kabur. Saya kembali memintanya berhenti dengan mengeluarkan tembakan peringatan. Juga tak digubris. Dengan sebilah parang dia menyerang saya dan memarangi tangan saya. Karena terdesak, saya tembak lagi pada bagian pahanya. Barulah disitu dia berhenti,” terang Aiptu Arifuddin.
Terpisah, Panit 1 Reskrim Polsek Tallo, Iptu Frans mengatakan, sesaat setelah kejadian keduanya langsung dilarikan ke RS. ”Kita langsung evakuasi Aiptu Arifuddin dan pelaku merupakan residivis itu ke RS Bhayangkara. Selain pelaku, juga diamankan barang bukti parang yang digunakan pelaku,” jelas Frans.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin menyebutkan, Ramadan merupakan pelaku tindak kriminal yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berbagai kasus kejahatan di wilayah hukum Polsek Tallo.
”Saat hendak ditangkap, tersangka melarikan diri dan melukai petugas sehingga dilumpuhkan dengan tembakan,” kata Kompol Burhanuddin, kemarin.
Usai kejadian, BKM menelusuri rekam jejak Ramadan. Terungkap jika pelaku pernah ditembak pada bagian dada tembus ke belakang. Penembakan dilakukan oleh oknum anggota Polsek Manggala gegara ejekan.
Peristiwa itu terjadi 2 September 2015 lalu. Hanya karena kesal diejek, seorang oknum polisi bernama Bripka Bambang nekat menembak Ramadan yang telah yatim piatu di Jalan Daeng Tantu, Kecamatan Tallo. Sebutir timah panas tembus di bagian dada membuat korban terluka parah.
Penembakan kala itu bermula ketika Ramadan yang sehari-harinya bekerja sebagai pengangkut sampah melintas di depan rumah Bripka Bambang. Ramadan diejek oleh Bripka Bambang dengan berteriak palukka (pencuri).
Ramadan tidak terima diejek seperti itu. Apalagi, ejekan Bripka Bambang sudah sering ia dengar ketika melintas depan rumah polisi tersebut.
Malam itu, Ramadan pun mengejek balik sang polisi. “Kau palluka jangang (kau pencuri ayam),” katanya.
Ternyata, ejekan balasan dari Ramadan membuat Bripka Bambang naik pitam. Ia lalu mengambil pistolnya dan menembak Ramadan. Ia terkena peluru di bagian tangannya tembus ke dada dan punggung. Beruntung korban masih hidup dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Usai menembak, Bripka Bambang langsung menyerahkan diri ke Polsek Tallo.
Ramadan tinggal bersama pamannya, karena kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Bripka Bambang menembak Ramadan lantaran merasa terancam, karena pelaku mendatanginya sambil membawa badik.
“Korban mengamuk dan mau menikam saya menggunakan badik. Korban diberi tembakan ke udara hingga tiga kali tapi tidak dihiraukan,” kata Bambang, yang menjabat Satuan Ovit Pam Polsek Manggala.
Meski Bambang telah memberi tembakan ke udara malam itu, kata Bambang, Ramadan tetap mengamuk dan berusaha menikamnya. Kejadian yang hampir sama dialami Aiptu Arifuddin saat hendak menangkap Ramadan. (jul-ish/rus)
Begal Parangi Polisi saat Digerebek, Kakinya Ditembak
×

