MAKASSAR, BKM — Proyek lingkar luar atau Bypass Mamminasata terus digenjot pekerjaannya. Sambil menunggu pembebasan lahan yang hingga kini berproses, pekerjaan fisik juga sudah dilakukan, khususnya pada bidang lahan yang telah dibebaskan.
Kepala Satuan Kerja Balai Besar Jalan (BBPJN) VI Metropolitan Rahman Djamil menjelaskan, selain penimbunan pada lahan yang sudah dibebaskan, kontraktor saat ini fokus untuk pekerjaan jembatan.
Dia mengemukakan, kontraktor terpaksa bekerja spot-spot pada lahan yang bebas saja.
Padahal, pihaknya ingin akses menuju titik jembatan sudah bebas sepenuhnya.
Menurut perencanaan, ada lima jembatan yang akan dibangun untuk tahap awal di jalan lingkar luar bypass Mamminasata. Jembatan itu ditargetkan rampung 2018 mendatang.
“Untuk pekerjaan jalan sepanjang 13,7 kilometer yang harus rampung 2018, ada lima jembatan yang harus dikerjakan. Kendalanya, akses menuju titik pekerjaan jembatan belum sepenuhnya bebas,” ungkap Rahman.
Tahun ini, lanjutnya, hanya di jembatan serapan anggaran bisa dipacu. Kalau timbunan, tidak begitu besar kebutuhannya.
Sejauh ini, progres pekerjaan diakui masih sangat kecil. Tak lebih dari enam persen. Dari total panjang jalan yang akan dikerjakan 40,8 kilometer, untuk 13,7 yang ditarget selesai 2018, pusat sudah menyetujui anggarannya sebesar Rp245,8 miliar.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembebasan lahan Bypass Mamminasata, Aries Iskandar mengatakan, untuk tahun Bina Marga hanya mengalokasikan Rp50 miliar untuk lahan. Dana tersebut bisa membebaskan sekira 200 bidang lahan yang tersisa tahun lalu.
Aries menekankan untuk pengerjaan jalan sepanjang 13,7 kilometer itu ada 500 bidang lahan keseluruhan yang harus dibebaskan. Tahun lalu baru 300 bidang lebih yang dibayar.
“Tahun ini, kita pasti selesaikan seluruhnya. Itu sampai batas Maros-Gowa,” katanya. (rhm/war)
13,7 Km Lingkar Luar Harus Rampung Hingga 2018
×

