pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Disdik Tegaskan tak Ada Tebus Ijazah

MAKASSAR, BKM — Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel saat ini sedang menunggu pengiriman blangko ijazah untuk jenjang pendidikan SMP, SMA/sederajat dari perusahaan yang mencetak di Pulau Jawa.

Sejauh ini, menurut panitia UN Firdausi Toputiri, proses pengiriman blangko ijazah terus dilakukan secara bertahap.
Untuk tingkat sekolah dasar, blangko ijazah sudah rampung dan diterima seluruhnya oleh disdik, tinggal didistribusikan.
Sementara untuk blangko ijazah SMP, SMA/SMK masih sementara proses pengiriman.
“Untuk SMP masih ada sekitar 50 persen yang belum diterima. Yang sudah ada sekitar 80 ribu blangko,” ungkapnya.
Hingga saat ini belum ada distribusi blangko ijazah ke sekolah-sekolah. Pasalnya, Disdik menunggu semua blangko terkirim semua.
Dia mengakui jika tahun ada keterlambatan distribusi blangko. Pasalnya, Disdik harus berhati-hati dalam mengeluarkan ijazah. Pihaknya harus mengetahui terlebih dahulu jenis ijazah yang dibutuhkan sekolah, apakah menggunakan kurikulum 2006 atau 2013.
“Jadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya kita hanya mengeluarkan satu jenis ijazah. Tahun ini ada dua, ada yang menggunakan kurikulum 2006 dan ada 2013,” ungkapnya kepada BKM, Rabu (3/8).
Dia menginformasikan, distribusi ke seluruh sekolah baru akan dilakukan setelah semua blangko ijazah sudah tiba di Makassar.
Dia menegaskan dan mengingatkan, jika distribusi ijazah ke sekolah-sekolah dilakukan secara gratis. Jadi jika ada sekolah yang memperjualbelikan ijazah, itu melanggar aturan yang ada.
Sementara itu, Panitia Tender Blangko Ijazah, Nurbaya menjamin jika seluruh kekurangan blangko ijazah sudah akan tiba di Makassar hari ini untuk kemudian didistribusikan ke kabupaten/kota.
Dia menegaskan, karena pembuatan blangko ijazah dilakukan secara terbatas, para kepala sekolah harus mengisi dengan hati-hati.
Pasalny, ditakutkan terjadi persoalan dimana kepala sekolah meminta tambahan blangko.
“Kepala sekolah harus menandatangani surat pernyataan jika ada blangko yang salah tulis, menjadi tanggung jawab kepala sekolah yang bersangkutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Makassar melalui Sekretaris Dinas (Sekdis) Ariyati Puspasari mengaku sampai saat ini masih menunggu distribusi blangko dari pusat.
Keterlambatan distribusi blangko ijazah dari pusat diduga terkendala proses pembuatan blangko yang cukup rumit dengan hologram dan pencetakan nomor seri yang meminimalisir terjadinya ijazah palsu.
“Kami belum mendapatkan distribusi blangko ijazah atau masih menunggu dari pusat. Kemungkinan keterlambatan distribusi blangko ijazah disebabkan karena rumitnya pembuatan sehingga dapat mencegah terjadinya pemalsuan,” kata Ariyati, kemarin.
Dia menambahkan, pengambilan blangko ijazah sama sekali tidak dipungut biaya. Hanya saja, untuk penyerahan ijazah ke siswa pasti akan sedikit lambat karena penulisan ijazah yang menggunakan blangko dengan hologram harus lebih teliti dan berhati hati.
Sebab ketika terjadi kesalahan dalam penulisan di ijazah yang telah menggunakan blango akan dikirim ke pusat untuk penggantian blangko ijazah baru. Untuk itu dia berharap kepada pihak sekolah untuk berhati hati dalam penulisan di ijazah.
“Saya juga harap para siswa nantinya cukup sabar menunggu penulisan ijazah karena pihak sekolah juga harus berhati hati dan teliti dalam penulisan ijazah. Karena kalau terjadi kesalahan maka ijazah akan dikirm ke pusat dan menunggu kembali proses pengembalian blangko ijazah baru,” ucapnya.
Untuk waktu pendistribusian blangko ijazah, Ariyati mengaku belum mengetahui secara pasti waktu pendistribusian blangko ijazah ke Disdikbud Makassar. (rhm-arf/war)



×


Disdik Tegaskan tak Ada Tebus Ijazah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar