MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Makassar masih melakukan pemeriksaan terkait kematian seorang siswa SMPN 23 Makassar, Jasril Saputra yang diduga tenggelam di kolam renang saat mengikuti kegiatan olahraga dari sekolah.
Pelaksana tugas Kepala Disdikbud Kota Makassar, Ismunandar kepada BKM, Rabu (17/8) mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan Disdikbud Kota Makassar dengan membentuk tim lapangan bertujuan untuk mencari akar permasalahan.
“Kami sementara menurunkan tim untuk melakukan verifikasi di lapangan untuk melihat substansi permasalahannya bagaimana. Apakah itu betul keteledoran guru ataukah memang di luar dari konteks pengawasan sekolah,” katanya.
Setelah melakukan pemeriksaan di lapangan untuk mencari tahu kebenaran adanya jam olahraga, lokasi dan kelas berapa yang ikut dalam kegiatan, ia akan memanggil guru olahraga juga Kepseknya.
Ismunandar juga berjanji akan memberikan sanksi ke guru olahraga SMPN 23 Makassar jika terbukti lalai dalam pengawasan siswa saat melakukan kegiatan olahraga di luar lingkungan sekolah.
“Setelah kita melakukan verifikasi dan terbukti guru lalai dalam melakukan pengawasan, sanksi terberat yang dapat diberikan guru itu adalah pemecatan dan diberhentikan sebagai guru fungsional. Jadi biarkan kami juga mencari tahu dulu apakah ada faktor keteledoran guru tersebut,” tambahnya.
Dua hari sebelumnya, orang tua siswa SMPN 23 Makassar memprotes sikap sekolah yang lepas tangan atas kematian Jasril Saputra (15). Drs Asri, MPd, orang tua almarhum Jasril berharap Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menindak Kepala SMPN 23 dan guru olahraga di sekolah tersebut.
Saat datang ke Berita Kota Makassar, Asri mengungkapkan jika anaknya pergi berenang di kolam renang Tirta Lontara Kodam VII/Wrb untuk mengikuti mata pelajaran olahraga. Harusnya, kata Asri, sebelum siswa dibawa ke kolam renang, pihak sekolah mengajukan surat izin ke orang tua.
“Tapi ini pihak sekolah membawa anak kami tanpa ada surat izin secara tertulis dari orang tua. Makanya, saya sebagai orang tua kaget ketika ditelepon, anak saya sudah di Rumah Sakit Ibnu Sina,” ujar Asri.
Begitu tiba di rumah sakit, lanjutnya, anaknya sudah tidak bernyawa lagi. “Guru olahraganya saat itu tidak ada. Yang telepon saya pengelola di kolam renang Tirta Lontara,” ungkap Asri. (arf/war)
Guru Olahraga SMPN 23 Terancam Dipecat
×

