MAKASSAR, BKM — Penemuan sesosok mayat perempuan di kebun tebu warga di Dusun Tappareng, Desa Lappa Bosse, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone masih menjadi pembicaraan hangat. Apalagi tersangka pembunuhnya ternyata adalah seorang oknum polisi.
Jenazah wanita yang diketahui bernama Harmawati itu, ditemukan Senin (15/8) sekitar pukul 18.00 Wita. Warga yang menemukannya bernama Rustam (17). Saat itu ia hendak mengambil ternak sapi miliknya dan bermaksud pulang ke rumahnya.
Di lokasi kejadian ditemukan sweater warna biru, dan menggunakan dalaman kaos hitam, serta mengenakan celana panjang warna hitam. Perutnya sudah membengkak dan berulat. Bahkan kaki sebelah kiri sudah tidak ada, serta wajahnya tak bisa dikenali karena sudah hancur berwarna hitam.
Di samping mayat ditemukan sebuah tas warna merah merek Fendi. Isinya foto korban, alat make up, obat tablet serta bra.
Menyikapi temuan ini, aparat Polres Bone membentuk tim untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan dan apa motifnya. Informasi yang diperoleh, menyebutkan korban diketahui tinggal di kos Orange Jalan Landak Baru, Lorong 10 Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Tim dari Polres Bone bersama dokter forensik Bhayangkara mendatangi kamar kos korban, Rabu (17/8). Di dalam kamar 15 lantai 2 ditemukan jenis makanan berupa jeruk dan buah-buahan lainnya.
Ada pula susu yang biasanya diperuntukkan bagi ibu hamil. Kemasan susu sudah terbuka dan isinya sebagian telah diminum.
Hanya saja, petugas belum bisa memastikan apakah susu itu milik korban dan dikonsumsinya. Tim identinfikasi tidak menampik jika susu tersebut biasanya diminum oleh ibu hamil. Biasanya untuk membantu pertumbuhan jabang bayi yang ada di dalam rahim.
Soal apakah korban tengah berbadan dua ketika ditemukan tak bernyawa, tim identifikasi masih terus melakukan penyelidikan. Polisi juga telah meminta keterangan dari tetangga kos korban.
Kompol Eko Yunianto, dokter forensik Bhayangkara yang datang ke rumah kos korban bersama tim Polres Bone, menjelaskan langkah yang akan diambil selanjutnya. ”Proses penyelidikan melibatkan tim identifikasi dan tim khusus. Kita akan lakukan otopsi, identifikasi dan pengambilan sampel DNA jenazah korban,” terang Eko, kemarin.
Eko menyebutkan, tim yang datang ke kos korban masing-masing AKP Dardin, Bripka Sultan, Bripka Sunandar, Bripka Mubarak, dan Brigpol Nasrullah. “Kita akan segera melakukan otopsi mayat korban untuk mengetahui penyebab kematiannya. Sejumlah barang bukti hasil penggeledahan di kamar kos korban kita amankan untuk dilakukan uji lab,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, kemarin, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Harjoko mengatakan, pihaknya sudah melakukan otopsi terhadap jenazah korban. ”Tadi (kemarin) kita sudah lakukan otopsi. Kita masih menunggu hasilnya dari tim dokter. Sementara mayat korban sudah diambil keluarga setelah otopsi untuk dikebumikan di Konawe Selatan,” ujar Harjoko.
Terkait pengembangan kasusnya, Harjoko mengaku belum ada. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di TKP pada saat mayat ditemukan.
Informasi terbaru diperoleh dari Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera, kemarin sore. Dia menjelaskan, korban Harmawati diduga meninggal lantaran tekanan di leher akibat tak adanya udara. Tersangka adalah RM (23), seorang oknum polisi berpangkat bripda. Dia menyerahkan diri, kemarin.
”Jadi dari hasil olah TKP, pelaku RM merupakan oknum anggota Sabhara Polda. Ia telah menyerahkan diri dan mengakui melakukan pembunuhan,” jelasnya.
Menurut Frans Barung, tersangka RM telah diserahkan dari penyidik Polda ke Polres Bone untuk proses hukum selanjutnya. Sebab tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan calon bidan cantik itu berada di wilayah hukum Polres Bone.
”Dari hasil otopsi sementara menggambarkan bahwa penyebab kematian korban itu karena tak adanya oksigen yang masuk ke paru-paru dan jantung. Atau dengan kata lain, dia kehabisan nafas karena dicekik,” ungkapnya.
Terkait dugaan kehamilan pada korban, masih perlu dilakukan pemeriksaan secara teliti. Polisi akan memastikan semua melalui pemeriksaan DNA korban dengan ibunya. (ish-amr/rus)
Oknum Sabhara Cekik Pacarnya Hingga Tewas
×

