SIDRAP, BKM — Sebanyak 60 orang meninggal dunia di Kabupaten Sidrap akibat penyakit menular HIV-AIDS. Hal ini dikatakan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sidrap, H Sumadi, Kamis (18/8).
Disebutkan, jumlah total kasus HIV-AIDS sejak 2006 hingga 2016 tercatat sebanyak 149. Dari jumlah itu, 60 diantaranya meninggal dunia. Sementara 89 lainnya diberikan pengobatan rutin terapi antiretroviral (ART) di RSUD Nene’ Mallomo dan RS Arifin Nu’mang sekali sebulan selama seumur hidup.
“Terapi itu untuk mengobati infeksi HIV. Obat ART tidak membunuh virus itu. Namun, ART dapat melambatkan pertumbuhan virus. Waktu pertumbuhan virus dilambatkan, begitu juga penyakit HIV,” katanya.
Menurutnya, penyakit mematikan itu paling banyak pada tahun 2015, yakni 28 penderita. Sementara di tahun 2016 ini sebanyak 17 orang.
Untuk tahun 2006, ada 6 orang terjangkit HIV-AIDS. Kemudian pada tahun 2007 dan 2011 masing-masing 10 orang. Begitu juga pada tahun 2009, 2012, 2014, masing-masing ada 11 penderita.
Pada tahun 2008, lanjut Sumadi, penderita HIV-AIDS ada 13 orang. Kemudian pada 2010 sekitar 15 orang, dan 2013 ada 12 orang. “Totalnya adalah 149 penderita HIV-AIDS semenjak 10 tahun terakhir, dan 60 orang sudah meninggal,” ucapnya.
Pengelola Program KPA Sidrap, Santiaji Syafaat menambahkan, bahwa dari jumlah penderita HIV-AIDS terdiri dari 105 laki-laki, 41 perempuan dan 3 anak-anak di bawah umur. Mereka ada yang berusia 4 tahun, 7 tahun, dan 12 tahun.
Malihat peningkatan kasus HIV-AIDS dari tahun ke tahun, maka KPA Sidrap mengambil langkah dengan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan Melalui Transmisi Seksual (PMTS). Pokja ini melibatkan berbagai unsur seperti SKPD terkait, layanan kesehatan, tokoh kunci lokasi resti, LSM, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda.
Kelompok tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan kondusif yang memberdayakan mereka yang paling rentan tertular HIV agar tahu, mau dan mampu memilih hidup sehat dengan berperilaku aman dalam kaitannya dengan penularan HIV dan IMS.
Tujuannya, memberikan informasi kesehatan seksual (HIV dan IMS) dalam kegiatan kepada tiap individu maupun kelompok. Diskusi Interaktif Kelompok (DIK) untuk perubahan perilaku kelompok, hingga konseling penurunan risiko untuk perubahan perilaku seksual. (ady/rus/c)
60 Orang di Sidrap Meninggal Akibat HIV-AIDS
×

