MAKASSAR, BKM — Dibandingkan tahun lalu, harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan. Kenaikan harga ternak mencapai 20 persen.
Harga ini sangat jauh dari ambang batas kenaikan normal yaitu 10-15 persen. Persoalan itu membuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan paket pinjaman khusus bagi umat Islam yang ingin membeli hewan kurban.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, usai meninjau beberapa lokasi penjualan sapi, Kamis, (8/9) menjelaskan, program itu akan dikerjasamakan dengan Bank Pembangunan daerah (BPD) Sulselbar, perusahaan daerah (perusda) dan peternak/penjual sapi.
Prosesnya tak jauh beda dengan melakukan kredit kendaraan bermotor atau rumah.
Bagi masyarakat yang ingin berkurban dan belum memiliki uang yang cukup, bisa mengambil pinjaman di bank. “Saya telah memanggil BPD, perusda, peternakan, untuk bekerjasama dengan peternak. Kalau ada yang mau beli sapi, namun uangnya tidak cukup, bisa diback-up oleh bank dengan fasilitasi tertentu,” kata Syahrul.
Beberapa tempat yang dikunjungi Syahrul adalah pusat penjualan sapi di sepanjang Jalan Tun Abdul Razak, peternakan milik Dg Lala dan rumah pemotongan hewan (RPH) Tamanggapa.
Dari pantauan gubernur, harga sapi termurah berkisar Rp7 juta dan yang termahal mencapai Rp50 juta. Harga ini tergantung jenis dan berat sapi yang dijual.
Kadis Peternakan Sulsel, Abdul Azis menambahkan tahun ini setidaknya ada 45 ribu ekor yang disiapkan untuk hari raya kurban. Tahun lalu, sebanyak 29.409 ekor sapi dipotong untuk berkurban.
“Kemungkinan ada kenaikan sampai 5 persen dibanding tahun lalu. Untuk kesehatan hewan, kita sudah instruksikan dinas kabupaten/kota untuk turun melakukan pengecekan,” tambahnya.
Sementara itu, Daeng Nyampa, salah seorang peternak yang berlokasi depan perumahan Citraland Celebes mengakui tahun ini ada kenaikan harga sampai Rp5 juta per ekor untuk sapi Limosin.
Hal yang sama diungkapkan oleh Daeng Lala, pemilik penggemukan dan penjual sapi di Tamanggapa yang menjelaskan untuk sapi lokas ada kenaikan antara Rp500.000 sampai Rp1 juta perekor.
“Pemicunya adalah adanya biaya perawatan dan kenaikan harga pakan ternak. Tahun ini saya siapkan 700 ekor stok dan sudah terjual sampai 500 ekor,” pungkasnya.
Sementara itu, dari pantauan BKM di sejumlah pasar tradisional, harga daging sapi hingga H-5 perayaan Idul Adha masih normal. Di Pasar Pabaengbaeng harga daging sapi Rp100 ribu per kilo sedangkan daging impor Rp50 ribu per kilo.(rhm-ppl)

