pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dibesarkan dan Dibiayai Nenek dari Jualan Roti

BERSEKOLAH dan berkumpul dengan kedua orang tua secara utuh, menjadi dambaan semua anak. Kasih sayang sangat dibutuhkan dalam menjalani hidup. Namun, tidak semua anak bisa menikmati hal seperti itu.

Laporan: Sartono

SAAT ini Ashifah sudah duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor 45 Toddang Saloe, Desa Kessing, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng. Selama ini, dia menjalani aktivitas kesehariannya di bawah bimbingan sang nenek, Fatimasang.
Sejak terlahir di dunia ini, gadis yang akrab disapa Shifa ini tak pernah melihat ayah kandugnya. Dia hanya mengenal nama ayahnya, Asbi dari penuturan ibu kandungnya, Rahmawati. Orang tua Shifa telah bercerai ketika ia masih dalam kandungan.
”Sejak lahir saya tinggal bersama nenek. Dia yang membesarkan saya. Orangtuaku berpisah waktu saya masih dalam kandungan. Ibuku sudah bersuami dan tinggal di Parepare. Kalau bapakku, saya tidak tahu dimana dia sekarang,” ujar Shifa, sambil sesekali menyeka air matanya.
Namun, semua itu tidak membuat Shifa putus asa. Ia sadar bahwa perjalanan hidupnya sudah ditakdirkan seperti itu.
Ditinggal bapak dan ibu di usia belia tak membuatnya patah semangat. Malah sebaliknya, ia mampu menorehkan berbagai prestasi di sekolah.
Shifa tercatat sebagai pemegang ranking sejak dari kelas I hingga VI. Selain itu, ia juga jago menari.
”Kami bangga punya anak didik seperti Shifa. Dia sering mewakili sekolah di berbagai pertandingan dan lomba,” ujar Sitti Hawang, SPd, Wali Kelas Shifa.
Dari sejumlah lomba yang diikuti, Shifa telah meraih juara I sinopsis tingkat gugus dan kecamatan. Juara I tarian bebas dan juara III tingkat kecamatan. Juga juara I tingkat wilayah pada kegiatan Porseni,” kata Hawang.
Mengukir prestasi meski tanpa kehadiran kedua orang tua di sisinya, menjadi perhatian khusus pihak sekolah. Apalagi sejak lahir Shifa hanya dirawat dan dibesarkan oleh neneknya.
Fatimasang (70), nenek yang telah merawat Shifa bercerita bagaimana dirinya bisa membiayai sekolah cucunya itu sampai sekarang.
”Selain ada bantuan dari sekolah, saya juga bekerja cari uang dengan menjual roti beras,” tuturnya.
Biasanya, Fatimasang membeli beras untuk dibuat tepung. Selanjutnya, tepung tersebut diolah menjadi roti.
”Hasil dari penjualan itu sebagian dibelikan beras untuk dimasak dan dibuat roti lagi. Sisanya uang jajan cucuku, Nak,” kata Fatimasang dengan air mata berlinang.
Di rumah karu miliknya yang sudah mulai miring, Fatimasang tinggal bertiga. Dia, Shifa dan seorang adik Shifa nya ari pernikahan kedua ibunya. Rahmawati menitipkan anak yang masih kecil itu ke ibunya. (*/rus)



×


Dibesarkan dan Dibiayai Nenek dari Jualan Roti

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar