MAKASSAR, BKM — Cuaca yang tak menentu menjadi kendala dalam pengerjaan underpass Simpang Lima. Meski begitu, proyek tersebut terus digenjot penyelesaiannya.
Komitmen dan target Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII agar jalan ini sudah bisa dipergunakan sebelum lebaran Idul Fitri, terus dikejar. Penggalian terowongan dari arah Makassar ke Kabupaten Maros terus dipacu.
Selain itu, kontraktor yang melaksanakan proyek, PT Adhy Karya Jo PT Wijaya Karya mulai merancang pembangunan tugu air mancur besar. Lokasinya di tengah-tengah persimpangan lima di daerah perbatasan Makassar-Maros itu.
Deputy Project Manager PT Adhi Karya jo PT Wijaya Karya Rizki Jatiwasesa, menjelaskan pihaknya sudah mulai melakukan pengerjaan dinding untuk kolam air mancur.Sesuai perencanaan, kolam yang akan dibangun itu berdiameter 30 meter.
Kehadiran kolam air mancur di tengah simpang lima bukan hanya untuk menampilkan unsur estetika. Namun ada tujuan teknis lainnya, yakni memecah arus kemacetan kendaraan di areal tersebut
“Bundaran kolam sengaja didesain agak lebar. Tujuannya untuk mengurai arus lalulintas. Karena kawasan tersebut sangat padat. Utamanya pada jam pergi maupun pulang kerja, ” ungkapnya.
Kolam air mancur kawasan simpang lima mengadopsi konsep bundara Hotal Indonesia (HI) yang ada di Ibu Kota Jakarta.
Sementara untuk pengerjaan beton bagian atas, kata Rizki, semuanya sudah rampung. Saat ini pekerja fokus pada pengerjaan lanjutan penggalian terowongan. Penggalian tunnel terpaksa dihentikan dari arah Makassar karena tanah dasarnya rusak akibat genangan, juga sudah mulai dilaksanakan kembali.
”Saat ini, penggalian terowongan sudah berpindah ke sisi Maros.
Dari sisi ini lebih memungkinkan karena tidak akan tergenang karena elevasinya rendah. Saat ini sudah tergali 2-3 meter dari ketinggian 6 meter. Karena eskavator baru bisa menggali tunnel kalau sudah turun 5 meter elevasinya,” jelasnya.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Metropolitan BBPJN XIII Amin Hamid menyebut, progres underpass sejauh ini semua sesuai harapan. Nantinya, dinding sebelah kiri maupun kanan terowongan akan dipasangi ornamen berupa ukiran yang bercorak khas Sulawesi Selatan.
”Kehadiran ornamen tersebut untuk menambah estetika terowongan supaya lebih terlihat menarik ketika pengendara melintas di sana,” ujarnya. (rhm/rus)
Kolam Air Mancur Simpang Lima Adopsi Bundara HI
×

