MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memastikan jika hubungan antara Pemprov Sulsel dan Kemendikbud tetap berjalan baik.
Hal itu dikatakan Syahrul setelah melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi dan Inspektur Jenderal Daryanto di rumah jabatan gubernur, Minggu (26/2).
Syahrul menambahkan, informasi yang beredar di media terkait ketidakharmonisan antara Pemprov Sulsel dan Kemendikbud selama ini tidak sepenuhnya benar. ‘Katakanlah kemarin, yang dimuat oleh media sebenarnya sih tidak ada substansi yang bertentangan. Mungkin cuma komunikasi kita yang kelihatannya ya, namanya kegiatan dinamika sehari-hari ada seperti itu. Ada aja yang kurang nyambung dari komunikasi lewat surat. Padahal biasa ini, kita langsung telepon-telepon aja,” kata Syahrul.
Orang nomor satu di Sulsel itu juga menegaskan, substansinya adalah bagaimana mengintegrasikan semua aktifitas yang ada, baik yang diminta oleh Kemendikbud maupun yang menjadi program Pemprov Sulsel melalui Disdik.
Yang harus ditekankan ke depan adalah bagaimana Disdik bisa seirama dengan kegiatan yang digelar Kemendikbud. Kalau ada yang kurang dari hubungan keduanya, harus disempurnakan.
“Hari ini (kemarin), Alhamdulillah, sebelum saya ketemu dengan menteri, minta waktu sama menteri, Pak Sekjen lebih tanggap lagi sama Pak Irjen tuh. Dia datang ke sini, dan bagi kita orang Bugis Makassar ini, ya apa sih kalau demi rakyat, demi bangsa, jangankan harga diri nyawa pun kita kasih. Tapi intinya untuk rakyat, untuk bangsa,” ungkap Syahrul.
Dia melihat niat baik Mendikbud untuk tetap menjaga hubungan harmonis patut diapresiasi. Dan dia menegaskan, pasca pertemuannya dengan Sekjen san Irjen Kemendikbud, tak ada lagi persoalan diantara kedua institusi pemerintah tersebut.
“Hari ini kami clear. Pemprov siap menerima perintah Pak Menteri. Ke depan hubungan ini akan semakin baik, ” tegasnya.
Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi juga menekankan statemen yang sama. Menurutnya, tak ada persoalan lagi diantara Kemendikbud dan Pemprov Sulsel. Semua sudah beres. Tak ada lagi sisa-sisa yang perlu diragukan.
Diapun menekankan, semua program Pemprov Sulsel jalan dan pertemuan yang dilakukan kedua belah pihak atas seizin Mendikbud.
Ditanya tentang surat edaran terkait blokir anggaran Kemendikbud untuk Sulsel, dia menegaskan jika itu sama sekali tidak ada.
“Suarat edaran yang diedarkan kepada dinas ke sekolah-sekolah itu ndak ada. Aman. Pokoknya ini semua sudah selesai,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, hubungan antara Pemprov Sulsel dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sempat memanas karena persoalan miskomunikasi.
Pemprov merasa tersinggung karena Kemendikbud jarang bersurat jika melakukan kunjungan kerja atau menggelar kegiatan di daerah ini.
Akibatnya, Pemprov melalui Dinas Pendidikan (Disdik) melarang guru-guru untuk ikut pelatihan yang digelar Kemendikbud tanpa seizin dari instansi terkait.
Sikap pemprov itupun ditanggapi Kemendikbud dengan memblokir bantuan atau anggaran ke Sulsel. (rhm)

