pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

“Cukup mi Saya, Perhatikan ki Listrik ta “

Bencana bisa datang kapan saja. Tanpa terduga, datang secara tiba-tiba. Seperti yang dialami keluarga Zulkifli Kr. Rani (59). Rumahnya di Perumahan Pondok Lestari Blok G No.11 Jalan Dg. Tata I Kelurahan Bontoduri Baru, Kecamatan Tamalate, pada Rabu (1/2) malam habis dilalap api.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik tersebut terjadi saat sang istri, Hj. Andi Sri (58) sedang asik menonton televisi.
Rumah yang telah ia tempati sejak tahun 1995 ini telah dalam keadaan hangus saat ia (Zulkifli) kembali dari mengantar cucunya di sebuah pesantren pada Rabu (1/2) malam. Istrinya yang sendiri saat kejadian hanya sempat menyelamatkan mobilnya, tanpa mempedulikan barang lainnya karena api terlalu cepat membesar.
“Saya berempat tinggal di sini. Saya, istri, anak dan cucuku. Saat kejadian, istriku ji yang ada di rumah, semuanya keluar,” jelas Zulkifli yang merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Saat ini ia dan keluarganya harus mengungsi ke rumah salah satu anaknya yang berada di Kompleks Perumahan Tabaria, Jalan Dg. Tata I Makassar. Semua barang miliknya dan anaknya habis. Beberapa alat elektronik seperti komputer, televisi, dan laptop semuanya terbakar. Termasuk ijazah milik anaknya dan bahkan semuanya pakaiannya. Satu-satunya pakaian yang tersisa adalah yang saat ini mereka pakai.
Untung saja kamar milik cucunya berada di tempat berbeda yang sedikit jauh dari titik kebakaran dalam rumah tersebut. Sehingga masih ada barang-barang milik cucunya yang selamat, seperti baju seragam sekolah dan beberapa buku pelajarannya. “Jadi untuk sekolahnya ndk masalah ji, cuma untuk saat ini dia tidak sekolah dulu, ya kan masih begini kondisinya,” ungkap Zulkifli.
Saat kebakaran terjadi, Zulkifli merasa sangat bersyukur kepada para tetangganya karena teleh tanggap untuk membantu. Mereka secara gotong-royong menyiram api dengan peralatan seadanya. Jika tidak cepat ditangani, mungkin kebakaran akan lebih meluas dan bukan Cuma satu rumah yang terbakar. “Saya bukannya tidak percaya dengan pemadam kebakaran, hanya saja jika itu mau ditunggu, mungkin banyak mi yang terbakar,” kata Zulkifli kepada penulis.
Tak lupa Zulkifli juga berpesan kepada semua orang untuk berhati-hati terhadap kondisi rumah, terutama kondisi instalasi listrik. “Cukup mi saya rasakan. Listrik itu tidak bisa dilihat, tidak seperti kompor yang lebih mudah dicegah. Makanya masalah listrik menjadi hal yang perlu kita perhatikan lebih supaya kejadian yang saya alami tidak terjadi kepada orang lain,” tutup Zulkifli.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari anak korban, Andi Rully mengatakan, saat kejadian yang ada di rumah tersebut hanyalah ibunya. Sang ayah saat itu di katakan sedang keluar mengantar seseorang ke sebuah pesantren. Dan dirinyapun berada dirumahnya sendiri, bukan di lokasi kejadian.
Diceritakan oleh Andi Rully jika saat itu ibunya sedang asik menonton televisi. Kemudian tiba-tiba saja api muncul dari kamar belakang rumah. Ibunyapun bergegas keluar rumah sembari menyelamatkan mobilnya yang terparkir di halaman. Karena syok, tidak ada barang lain yang sempat diselamatkan saat itu. “Saya dihubungi bilang kebakaran, pas kesini api sudah besar mi,” jelas Andi Rully.
Dari kejadian itu, kerugian yang ditaksir kurang lebih mencapai 200 juta rupiah.(nug/war/b)



×


“Cukup mi Saya, Perhatikan ki Listrik ta “

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar