MAKASSAR, BKM– Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia memilih Kota Makassar sebagai salah satu kota binaan dalam penerapan Green Transportation.
Green transportation bertujuan untuk meningkatkan penggunaan transportasi massal, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, mengurangi emisi kendaraan serta menciptakan ruang jalan yang ramah bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Makassar, Johana mengatakan, dipilihnya Kota Makassar sebagai kota binaan dalam penerapan green transportation menjadi suatu kesempatan terciptanya infrastruktur jalan yang mendukung perkembangan transportasi massal di Kota Makassar. Selain itu, penerapan green transportation di Kota Makassar bermanfaat dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Namun dalam penerapan green transportation di Kota Makassar, kata Johana, diperlukan kerjasama seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota Makassar termasuk dari Polri dengan melakukan uji petik kendaraan bermotor, pemantauan kualitas udara jalan raya “roadside monitoring” dan pemantauan kinerja lalu lintas dalam kecepatan dan kerapatan.
Bukan hanya itu, tambah Johana, implementasinya juga melakukan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EUKUP) dan penghargaan langit biru, pemantauan penerapan pengendalian pencemaran udara di Makassar dan pemantauan kualitas udara tepi jalan raya dengan metode manual aktif. Sehingga hal ini harus dilakukan secara bersama-sama,” sebut Johana, kemarin.
Dia menambahkan, hadirnya moda transportasi Pete-pete Smart menjadi salah satu pendukung green transportation di Kota Makassar. Hal tersebut berdasarkan dimana Pete-pete Smart yang ramah lingkungan, nyaman untuk masyarakat dengan tarif harga yang terjangkau.
“Saat ini kita masih sosialisasikan, 2018 mendatang kita sudah dapat terlihat hasilnya apalagi Pete-pete Smart juga sudah dapat beroprasi di Kota Makassar. Hasilnya itu kami targetkan Kota Makassar dapat penghargaan langit biru,” sebutnya. (arf)

