MAKASSAR, BKM–Sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, musim hujan baru akan berakhir pada april mendatang di Makassar.
Hanya saja, kata Kasubid Pelayanan Jasa BMKG, Siswanto, setiap daerah berbeda berakhirnya musim hujan. “Di setiap daerah di Sulsel berbeda-beda karena kondisi topografi kita juga berbeda,” kata Siswanto.
Di daerah Sulsel bagian utara adalah daerah non-job, atau diluar daerah musim. Artinya, walaupun musim kemarau daerah tersebut akan tetap turun hujan. Berbeda dengan Sulsel bagian selatan dan bagian pesisir barat yang meliputi Makassar dan sekitarnya. Di daerah ituakan kemarau pada april mendatang.
Siswanto menambahkan, untuk terjadinya petir dan angin kencang masih ada peluang sampai tanggal 9 nanti. “Yang harus diwaspadai di tanggal 8, karena pada tanggal tersebut awan akan berkorelasi terhadap gelombang, jadi gelombang laut juga akan tinggi,” jelas Siswanto.
Namun untuk daerah Makassar sendiri sampai pada musim kemarau nanti, tidak berpotensi terjadi bencana.
Siswanto menyarankan kepada masyarakat khususnya kepada para nelayan, untuk selalu memperhatikan data yang kami berikan melalui media. Hal ini dihimbau karena bisa saja terjadi perubahan cuaca yang signifikan dalam waktu-waktu tertentu. “Masyarakat harus lebih mawas diri, lebih intens mengikuti perkembangan cuaca untuk kelancaran segala aktifitasnya,” pesan Siswanto.
Terpisah, Dg Baji salah seorang nelayan mengatakan, saat ini nelayan memang sedang sulit melaut. Hal itu sebut dia, dikarena kondisi cuaca belum normal.
Walaupun ada nelayan yang tetap melaut hasil tangkapannya masih belum banyak. “Sampai saat ini cuaca masih belum mendukung sehingga nelayan belum bekerja normal. Kalau pun ada yang melaut hasil ikannya sangat sedikit,” katanya.(nug/war/b)

