MAKASSAR, BKM– Gerbong mutasi di lingkup Pemerintah Kota Makassar kembali akan bergulir. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto bahkan memastikan mutasi akan dilaksanakan pada Mei mendatang.
Danny sapaan akrab wali kota mengaku, sejumlah pejabat yang dilantik di atas Kapal Phinisi di Anjungan Pantai Losari Makassar pada 2016 lalu belum memperlihatkan kinerja maksimal.
Bahkan sekitar 10 persen kinerja pejabat tersebut belum membuahkan harapan dalam membangun Kota Makassar dua kali lebih baik.
Sebelum melakukan mutasi, Danny hingga Jumat (17/3) melakukan evaluasi kinerja. Sejauh ini, wali kota melihat kinerja para pejabat cukup baik khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menciptakan inovasi membantu mewujudkan Makassar lebih baik.
Meski demikian, ada juga pejabat yang belum mampu menciptakan suatu program inovatif dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat di Makassar.
“Saya masih evaluasi semuanya dan masih memberikan kesempatan untuk berbenah khusus bagi SKPD yang memiliki kinerja buruk. Bagi yang bagus, tetap saya harapkan untuk tidak puas diri dan tetap harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” sebut Danny, kemarin.
Mengenai jumlah pejabat yang memiliki penilaian kinerja buruk, Danny menyebut sekitar 10 persen pejabat harus memperhatikan kinerja sebelum dilakukan mutasi jabatan yang akan dilakukan pada Mei mendatang.
“Yaa mungkin sekitar 10 persenlah yang harus memperbaiki kinerjanya. Kita kasih kesempatan dulu mereka biar berbenah dan meningkatkan kinerjanya. Mei bagus juga dilakukan mutasi sekalian pelantikan,” tutupnya.
Terpisah, legislator DPRD Kota Makassar baru akan menggelar rapat kerja monitoring dan evaluasi (monev) bersama satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada awal April mendatang.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo mengatakan, hasil kinerja per SKPD akan diketahui saat rapat monev untuk triwulan pertama yang baru dijadwalkan Badan Musyawarah (Bamus) pada awal bulan depan.
“Kita tetap melihat kinerja kepala SKPD hingga tiga bulan ini. Kinerja mereka akan diketahui pada monev, termasuk rekomendasi dewan ke pak wali kota untuk SKPD yang kurang maksimal,”ungkapnya di gedung DPRD Makassar, kemarin.
Legislator Fraksi PAN Makassar inijuga menambahkan, selain kepala SKPD yang dievaluasi, seluruh perusahaan daerah milik Pemkot Makassar turut dievaluasi. ” Jangan mengira PAD tinggi perusda aman. Dewan tetap melihat aspirasi masyarakat dan kondisi lapangan. Kalau buruk kita usulkan untuk diganti,” ujarnya.
Sekertaris Komisi D DPRD Makassar, Hamzah Hamid juga menuturkan, baru akan menjadwalkan pemanggilan terhadap seluruh SKPD pada awal April mengingat masuknya evaluasi kinerja para SKPD yang menjadi mitra.
“Soal SKPD mana yang berkinerja buruk dan bagus, akan lihat pada rapat evaluasi di bulan depan. Karena memang, ada beberapa koreksi yang akan kita evaluasi atas kinerja SKPD,” tuturya.(arf-ita)

