pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pejuang Literasi dan Rakyat Kecil

2017 menjadi tahun yang tak terlupakan bagi H Rusdi Masse. Dua periode memimpin Kabupaten Sidrap, ia kemudian ditasbihkan sebagai pejuang literasi.
Ia dianugerahi penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Gerakan literasi yang dicanangkan Rusdi Masse melalui Dinas Pendidikan Pemkab Sidrap berhasil menempati urutan keempat skala nasional.
”Inilah para kepala daerah, bupati yang mendapatkan penghargaan atas perkembangan gerakan literasi di Indonesia. Bapak-bapak inilah para tokoh pejuang literasi nasional kita,” kata Hamid Muhammad, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud saat menyerahkan penghargaan di Ruang Pola Kemendikbud RI, Jakarta, Senin (20/3).
Penghargaan dari Kemendikbud diterima Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sidrap H Ruslan. Dalam kesempatan itu, Ruslan memberikan testimoninya.
Ia menjelaskan, keberhasilan Sidrap menempati urutan keempat dalam indek pembangunan literasi Indonesia adalah bagian dari perjuangan Bupati H Rusdi Masse atau akrab disebut RMS, yang mampu membuka ruang kepada masyarakat dan anak sekolah untuk membaca di luar jam pelajaran. Juga membaca di ruang publik.
“Hasilnya, masyarakat berpartisipasi. Para siswa lebih bersemangat. Itu semua karena kebijakan dan petunjuk dari Pak Bupati Sidrap. Ke depan ini gerakan literasi Sidrap akan terus kami tingkatkan,” ujar Ruslan.
Dalam kesempatan itu, Ruslan menjelaskan bahwa Pemkab Sidrap akan terus mendukung progam literasi. Mulai dari penyediaan buku hingga anggaran, baik oleh daerah maupun dari Kemendikbud RI.
“Ini tinggal dilanjutkan dari tahun ke tahun. Pasti akan terus meningkat hasilnya,” ujar Ruslan.
Berdasarkan indeks pembangunan literasi secara nasional, Kabupaten Sidrap menempati urutan ke 4 skala nasional setelah Kabupaten Serdang Bedagai, Lumajang dan Bandung Barat.
Literasi biasanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis. Pengertian itu berkembang menjadi konsep literasi fungsional, yaitu literasi yang terkait dengan berbagai fungsi dan keterampilan hidup.
Selain di bidang literasi, ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel juga patut ditempatkan sebagai tokoh pejuang rakyat kecil dan miskin. Kerja nyata yang ditorehkannya telah mampu menekan angka angka kemiskinan di Bumi Nene’ Mallomo. Sidrap menempati urutan pertama di Pulau Sulawesi pada angka kemiskinan warganya yang terendah.
Di tahun 2015, angka kemiskinan di Sidrap tercatat 5,55 persen, dari tahun sebelumnya sebesar 5,82 persen.
Untuk tahun 2017 ini, Rusdi Masse bertekad pemerintah bersama-sama dengan masyarakat akan berbuat lebih maksimal lagi dengan peningkatan sektor ekonomi, terutama di bidangpertanian.
“Saya sudah menekankan, untuk 2017 anggaran infrastruktur diporsir 60 persen. Khususnya bagi peningkatan sarana dan prasana jalan, jembatan, pemukiman, jalan tani dan sarana umum lainnya. Harapan saya, semoga kesejahteraan masyarakat Sidrap di tahun 2017 akan lebih bagus, lebih meningkat. Mudah-mudahan lebih bagus dari yang kemarin. Dan orang miskin di Sidrap tidak ada lagi,” imbuhnya.
Untuk indeks pembangunan manusia misalnya, Sidrap sudah mencapai 68,14. Meningkat 1,47 dari tahun sebelumnya. Menempatkan Sidrap dari posisi delapan ke urutan tujuh di Sulsel.
Tingkat pengangguran juga menurun, dari 7,62 persen tahun 2013, menjadi 6,20 persen.
Untuk 2015, pendapatan perkapita masyarakat mencapai Rp30 juta. Dengan apa yang dilakukan selama ini, diyakini Sidrap nantinya akan mampu mencapai tingkat pendapatan perkapita sebesar Rp50 juta sebelum akhir 2018 mendatang. (purmady)



×


Pejuang Literasi dan Rakyat Kecil

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar