POLITISI Partai Demokrat Aliyah Mustika menyatakan tak ingin bila perempuan diremehkan. “Saya tidak setuju kalau terlalu diremehkan kemampuan perempuan untuk maju dan bertarung,” tulisnya melalui pesan whatsapp (WA), kemarin.
Anggota Fraksi Demokrat DPR RI ini mengungkapkan, bila ada peluang kenapa tidak, “Apalagi kalau ada permintaan dari masyarakat serta didukung oleh partai dan keluarga,” tambahnya.
Meski demikian, istri mantan wali kota Makassar dua periode Ilham Ariof Sirajuddin ini belum memberikan sinyal untuk maju di pilwali Makassar mendatang. “Kalau saya kan belum memberikan keputusan. Tunggu injury time,” ujarnya.
Sebelumnya, Aliyah juga mengaku menunggu restu dari suaminya Ilham Arief Sirajuddin, apakah maju di pilwali atau tidak. “Biarkan berjalan dulu. Saya tinggal menunggu restu dari mantan pacar saya, suami tercinta sekaligus guru politik saya,”ujar Aliyah saat menghadiri peresmian kantor DPC Demokrat Makassar di Batua Raya, Sabtu (1/4) lalu.
Optimismes datang dari Ketua DPD Partai Nasdem Andi Rahmatika Dewi. Dia yakin dapat memimpin Makassar lebih baik dari politisi laki-laki.
Wakil Ketua DPRD Sulsel ini mengungkapkan, dalam menghadapi tantangan diperlukan kepemimpinan perempuan yang visioner, berpikir inovatif, mempunyai kemampuan manajemen waktu, kerja tim, percaya diri, dan berperspektif gender pastinya. “Paling gampang perempuan memimpin. Karena pada dasarnya persoalan ekonomi, kesehatan, pendidikan yang paling merasakan adalah perempuan, sehingga seharusnya pendekatan pemimpin perempuan bercermin pada dirinya sebagai seorang ibu dan istri,” ujar Rahmatika.
Wanita yang sudah mendapat dorongan dari Ketua Umum DPP Nasdem Surya Paloh, serta Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse agar maju di pilwali Makassar ini, mengingatkan bila pemimpin atau politisi perempuan mempunyai dua beban yang lebih berat selain menggurus rakyat.
“Dia tetap menjadi ibu dan istri di rumah, setinggi apapun jabatannya,” ujar Cicu, sapaan karibnya.
Sementara legislator PKS Sulsel Sri Rahmi, menegaskan bahwa perempuan bisa dan mampu menjadi pemimpin di Makassar. “Perempuan tentu dapat dan bisa menjadi pemimpin di sebuah daerah,” katanya, kemadin.
Soal langkah politisi perempuan untuk mendapat kepercayaan publik, anggota Komisi E DPRD Sulsel ini mengatakan akan membangun kedekatan dengan masyarakat. “Agar nantinya dapat melahirkan program yang mereka butuhkan. Makassar adalah ibukota, sehingga pemilihnya lebih cerdas,” jelas mantan anggota DPRD Makassar ini. (rif)
Ini Kata Aliyah, Cicu dan Sri Rahmi
×

