MAKASSAR, BKM — Para bakal calon (balon) gubernur masih terlihat bimbang dalam menetapkan bakal calon pendampingnya. Salah satu alasan yang sering terlontar adalah para balon gubernur masih menunggu terbangunnya koalisi partai politik.
Selain itu, juga menunggu hasil survei simulasi pasangan. Termasuk langkah para bacagub yang masih membangun komunikasi dengan elit parpol.
Balon gubernur HAM Nurdin Halid yang sudah mengantongi rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, baru akan memutuskan bakal walinya pada akhir Juni mendatang. Tepatnya setelah lebaran Idul Fitri.
“Saya baru akan deklarasi bersama wakil setelah lebaran Juni mendatang,” ujar NH, Senin (10/4).
Soal nama balon wakil, ketua DPD Golkar Sulsel itu juga masih menunggu komunikasi. Sekjen DPP Golkar Idrus Marham mengisyaratkan bila calon pendampingi NH antara Nurdin Abdullah atau Abd Aziz Qahhar Mudzakkar.
Demikian pula balon gubernur Ichsan Yasin limpo. Mantan bupati Gowa dua periode ini juga baru akan memutuskan wakil setelah adanya hasil survei simulasi.
Tak hanya itu, Ichsan yang siap maju lewat jalur perseorangan akan memutuskan wakil setelah bermusyawarah dengan keluarga besarnya, serta parpol pendukung.
Adapun Agus Arifin Nu’mang juga akan memutuskan calon wakilnya sekitar Agustus. Agus yang juga wagub Sulsel ini beralasan jika di politik itu selalu dinamis. Karena itu ia tidak ingin terburu-buru memutuskan calon wakil.
Informasi yang berkembang, Agus kini semakin dekat mendapatkan dukungan dan usungan Partai Gerindra yang mengontrol 11 kursi di parlemen, PKB dengan tiga kursi, PBB dan PKPI masing-masing satu kursi.
Mantan ketua DPRD Sulsel ini juga tengah membangun komunikasi dengan anggota Fraksi Demokrat DPR RI Aliyah Mustika Ilham, Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi serta Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe. Bahkan Agus telah mengagendakan untuk bersilaturahmi dengan jajaran pengurus DPW PKS Sulsel.
“Iya, kita terbuka untuk berkomunikasi dengan Pak Agus Arifin Nu’mang,” ujar bendahara DPW PKS Sulsel Ariady Arsal, kemarin.
Sementara itu, Nurdin Abdullah (NA) juga masih membangun komunikasi dengan elit partai di Jakarta. NA dinilai tidak kesulitan untuk mendapatkan dukungan parpol lantaran sejumlah elit sangat dekat dengan bupati Bantaeng dua periode itu. NA juga berpeluang menggandeng Ahmad Tanribali Lamo sebagai calon wakil.
Suwadi Tahir Amir dari Indeks Politika Indonesia (IPI) mengemukakan, bahwa NA akan maju lewat partai politik. Hal itu tinggal menunggu ketetapan dari DPP partai politik di Jakarta.
“Saya yakin bila Prof Nurdin akan maju di pilgub dengan dukungan partai politik. Kalau tak ada jaminan elit, tentu sejak awal Pak Nurdin menghentikan sosialisasinya,” ujar Suwadi.
Sementara itu, Wilyadi dari dari Citra Komunikasi (Cikom), sebuah lembaga di bawah bendera PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI), mengemukakan bila terbuka peluang Agus untuk menggandeng politisi Partai Demokrat Aliyah Mustika Ilham di Pilgub mendatang.
“Tentu peluang itu (Aliyah) tetap terbuka. Termasuk kepada Ketua Demokrat Sulsel Pak Ni’matullah, serta Ketua DPW PAN Sulsel Pak Ashabul Kahfi,” ujar Adi, panggilan karib Wiliady. (rif/rus)
Bacagub Masih Bimbang Memilih Pendamping
×

