HARI pertama penyelenggaraan UN, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memantau secara langsung dua sekolah yang menyelenggarakan ujian secara UNBK. Kedua sekolah itu adalah SMAN 21 Makassar yang berlokasi di Bumi Tamalanrea Permai (BTP) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Makassar.
Secara umum, proses ujian berjalan cukup lancar. Permasalahan yang ditemukan hampir sama dengan yang ditemukan pada penyelenggaraan UNBK tingkat SMK yang digelar pekan lalu, yakni persoalan jaringan.
Sejumlah sekolah mengeluhkan lost connection di beberapa unit komputer tempat siswa mengerjakan soal. Hilangnya jaringan memang tidak lama. Hanya berkisar 5-7 menit. Namun, persoalan itu bisa memberi efek psikologis pada siswa yang sedang ujian.
Seperti yang dikemukakan Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif yang ikut dalam pemantauan.
“Kalau bersoal jaringannya sekitar lima menit, bisa membuat konsentrasi siswa jadi buyar. Temannya sudah selesaikan beberapa soal, namun yang jaringannya bermasalah tertinggal,” ungkap Syaharuddin disela-sela pemantauan di SMAN 21 Makassar.
Tahun lalu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menargetkan UNBK sudah bisa dilaksanakan seluruh sekolah. Namun ternyata rencana itu belum bisa direalisasikan tahun ini.
Lagi-lagi gubernur memberi target agar tahun depan seluruh sekolah sudah bisa melaksanan ujian berbasis komputer.
Dalam teleconference dengan sejumlah kabupaten/kota terkait penyelenggaraan UN, Gubernur Syahrul menginstruksikan kepada seluruh unit pelaksana teknis (UPT) dinas mengusulkan kebutuhan komputer setiap sekolah ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel agar bisa diakomodir. Namun dia menekankan agar usulan tersebut betul-betul sesuai dengan kondisi riel di daerah. Jangan mengusulkan kebutuhan fiktif alias direkayasa. Jika Pemprov Sulsel memfasilitasi pengadaan komputer di sekolah, dia berharap pemerintah kabupaten/kota bisa memfasilitasi instruktur ataupun programmer komputernya.
“Saya targetkan, tahun depan tidak ada lagi ujian yang tidak berbasis komputer,” tegasnya.
Beberapa kabupaten/kota yang sempat dipantau gubernur melalui teleconference diantaranya Kabupaten Pangkep, Selayar, Luwu Timur, dan Sidrap.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan,
secara umum pelaksanaan UN baik UNBK maupun UNKP berjalan cukup lancar. Namun diakui jika masih ada persoalan jaringan di beberapa sekolah yang cukup mengganggu.
“Hari pertama itu ada adaptasi terutama terkait perangkat. Sempat ada lost connect tapi tidak berlangsung lama, ” ungkapnya.
Dia menegaskan, kendati ada komputer yang bermasalah, namun siswa tidak perlu takut waktunya akan berkurang karena semua jawaban maupun waktu sudah tersimpan.
Dua kendala utama yang dihadapi yaitu server dan kabel LAN. Namun semua sudah diantisipasi dengan help desk yang langsung memperbaiki. Dan perbaikan itu tidak boleh lebih dari 30 menit.
“Jadi waktunya tidak dirugikan, jawaban anak-anak juga tersimpan di server pas login itu masuk lagi di token baru kemudian dilanjutkan,” ungkap lelaki yang akrab disapa None itu.
Terkait instruksi gubernur yang menargetkan tahun depan semua sudah harus UNBK, dia menegaskan pihaknya siap merealisasikan target itu.
Pihaknya tinggal menunggu usulan dari seluruh kabupaten/kota berapa kebutuhan komputernya. (rhm)
Syahrul: Buat Usulan Pengadaan Komputer
×

