pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Siapa Wakil IYL? Ini Kata Pengamat

MAKASSAR, BKM — Siapa yang akan mendampingi Ichsan Yasin Limpo (IYL) di pilgub 2018 mendatang? Pertanyaan ini menggelinding bak bola panas, menyusul gerilya politik yang tengah dilakukan bakal calon gubernur itu.
Ada lima nama bakal calon wakil IYL yang mengerucut. Masing-masing Bupati Luwu Andi Mudzakkar alias Cakka. Bupati Pinrang Andi Aslam Patonangi. Anggota DPRD Sulsel Andi Yagkin Padjalangi. Mantan Kapolda Sulselbar Mathius Salempang. Serta Datu Luwu Andi Maradang Mackulau.
Yang berbeda, untuk penentuan siapa bakal jadi 02 Ichsan berada di tangan lima figur tersebut. Mantan bupati Gowa dua periode itu memberi keleluasan kepada lima bakal calon pendampingnya itu untuk memutuskan sendiri siapa diantaranya yang layak menjadi calon wakil.
“Kalau melihat keinginan IYL, maka siapapun yang diputuskan secara mufakat dari lima nama itu, Ichsan cenderung tidak mempermasalahkan lagi. Artinya, dia sudah mengukur kekuatan dan kelemahan masing-masing nama itu dalam simulasi survei berpasangan,” ujar peneliti dari lembaga survei dan konsultan pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI), Arif Saleh, Kamis (25/5).
Arif meyakini, Ichsan tidak sekadar mengerucutkan calon pendampingnya itu tanpa ada data riset yang selalu dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan politik.
Apa langkah itu efektif? Arif menilai, model penentuan pasangan secara musyawarah dan mufakat ini, sebenarnya bukan hal baru bagi Ichsan. Pasalnya, cara itu juga dilakukan Ichsan dalam menentukan pasangannya saat maju di pilbup Gowa 2005 maupun di pilbup 2010. “Cara seperti ini sangat bagus. Pertama, mengurangi rivalitas diantara sesama bakal calon wakil. Begitu juga soliditas antarcalon ini bisa tetap terjaga, sekalipun empat di antaranya bukan yang diputuskan. Dan pasti yang disepakati bersama adalah figur yang paling tepat menjadi pendamping,” papar Arif.
Lalu siapa yang berpeluang? Arif menyebut jika lima nama itu punya kekuatan tersendiri jika berpaket dengan Ichsan. Apalagi mereka mewakili geopolitik di Sulsel. Seperti Luwu Raya dan Toraja, Bosowasi, serta Ajatappareng.
Meski demikian, di antara lima nama itu, Cakka tergolong kandidat yang paling siap. Alasannya, jauh-jauh hari, bupati Luwu dua periode ini sudah melakukan kerja-kerja sosialisasi, dan selalu dikaitkan dengan Punggawa.
“Kalau ukurannya kesiapan serta yang banyak diperbincangkan publik selama ini, tentu Cakka punya kans besar. Begitu juga nama lain, seperti Yagkin Padjalangi itu bisa dipertimbangkan sepanjang yang bersangkutan bersedia. Termasuk yang lainnya itu bisa saling melengkapi dengan Ichsan,” paparnya.
Pengamat politik dari UIN Alauddin, Dr Firdaus Muhammad memberi prediksi calon pendamping Ichsan di pilgub. Yakni antara Andi Aslam Patonangi dan Datu Luwu Andi Maradang Mackulau, dengan pertimbangan geopolitik dan ketokohannya.
Adapun dosen politik Unhas, Dr Azwar Hasan mengemukakan jika tidak ingin terjadi gesekan dalam menentukan 02, maka yang lebih aman mendampingi IYL adalah mantan Kapolda Mathius Salempang atau Bupati Pinrang Andi Aslam Patonangi.
Hal sama dilontarkan dosen politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Luhur Andi Priyanto. Luhur menilai semua kandidat berpeluang menjadi pendamping Ichsan.
“Saya kira setiap figur punya kekuatan dan kelemahannya sendiri-sendiri. Soal siapa nanti yang akan dipilih, saya kira tergantung formasi dan strategi apa yang digunakan dalam kontestasi Pilgub,” ujar Luhur, kemarin.
Selain itu, dari lima figur semuanya memenuhi syarat dan masing-masing mempunyai kekuatan dan kelemahannya. Jika diukur dari pendekatan geopolitik dan geostrategi, tentu tokoh-tokoh diatas memenuhi syarat. Ada tokoh Luwu Raya, Ajattappareng, Bosowa dan Toraja.
“Tapi saya kira bisa juga ada pendekatan lain yang digunakan. Faktor-faktor pragmatisme bisa menyebabkan pemilihan calon wakil Ichsan mengakomodasi soal-soal di luar aspek geopolitik dan geostrategis,” terangnya.
Hal yang menjadi penting bagi tim Ichsan, pemilihan wakil tidak menimbulkan blunder. Artinya, jangan sampai sudah memberi harapan berlebihan pada semua kandidat, lalu kemudian akhirnya tidak jadi berpasangan. “Sangat mungkin terjadi, 4 dari 5 nama ini akan berposisi menjadi lawan bagi Ichsan,” tandasnya.
Sebelumnya, Ichsan melontarkan janji untuk konsolidasi dengan Andi Cakka, Juni mendatang. Pernyataan Ichsan yang tak lain adalah ketua PMI Sulsel ini dilontarkan di sela-sela melantik Andi Cakka sebagai ketua PMI Luwu, di aula Kantor Bappeda Luwu, Rabu (24/5).
Bupati Gowa dua periode itu malah menyebut usai peringatan hari PMI dirinya akan cuti dari jabatan ketua PMI Sulsel. “Insya Allah, usai peringatan hari PMI secara nasional, saya akan cuti dari jabatan ketua PMI Sulsel,” tutur IYL sambil mengurai dirinya tak mau jabatan PMI Sulsel yang diembannya dibawa ke ranah politik.
Ichsan menjelaskan pada, 7 Juni mendatang dirinya telah menjadwalkan konsolidasi dengan Andi Cakka terkait menghadapi pilgub nanti. “Jika tak ada aral melintang, Insya Allah 7 juni mendatang saya akan konsolidasi dengan Andi Cakka,” tutur IYL.
Dia menambahkan, selain dengan Andi Cakka, pihaknya mengajak Datu Luwu Andi Maradang Mackulau, Bupati Toraja Kalatiku , dan Jenderal Purnawiran Pol Mathius Salempang bersama beberapa tokoh penting lainnya untuk duduk bersama menentukan calon wakil gubernur.
Cakka yang mendengar penuturan Ichsan, nampak tersenyum. Dia tak banyak berkomentar saat ditanya tanggapannya terkait pernyataan dirinya akan konsolidasi dengan IYL. “Ya, saya aminkan pernyataan IYL,” tandas Cakka.
Terkait Pilgub, masyarakat Luwu menginginkan Ichsan-Cakka satu paket. “IYL-Cakka sarat pengalaman. Punya jaringan yang luas. Keduanya menjabat bupati dua periode. Saya pikir wajarlah jika keduanya satu paket,” tutur Firman, seorang toko masyarakat Luwu. (wan-ita/rus/c)




×


Siapa Wakil IYL? Ini Kata Pengamat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar