BULUKUMBA, BKM — Hujan deras melanda wilayah Bulukumba dalam dua hari terakhir. Akibatnya, banjir menggenangi daerah perkotaan, Minggu (28/5).
Luapan air hingga memasuki rumah warga di Jalan Gajah Mada, Kenari, yang berada dalam wilayah Kelurahan Loka, Kecamatan Ujungbulu. Juga di Jalan Cendana serta Pasar Tua Taman Kota. Termasuk di Kelurahan Caile di kecamatan yang sama.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Akrim melalui telepon selular, kemarin mengkonfirmasi, sedikitnya ada 159 orang telah berada di posko pengungsian. Rumah-rumah mereka terendam akibat luapan air.
”Pada malam harinya (Sabtu malam) terjadi hujan deras. Baru berhenti menjelang subuh. Sekarang (kemarin sore) saja masih mendung. Mudah-mudahan tidak hujan lagi,” kata Akrim.
Diakui, wilayah Kelurahan Loka yang terdampak banjir cukup parah, memang agak rendah lokasinya. Selain itu, ada juga aliran sungai. Termasuk di Caile. Ada beberapa kompleks perumahan yang juga terendam banjir. Sedikitnya tercatat 500 lebih rumah terdampak genangan air. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
”Kita sudah dirikan posko induk di Kelurahan Loka. Ada 159 orang yang berada di posko pengungsian saat ini. Mereka berasal dari Kelurahan Loka dan Caile,” terangnya.
Karena saat ini tengah bulan puasa, BPBD berusaha maksimal untuk memenuhi kebutuhan makan minum para pengungsi. Di posko pengungsian juga telah didirikan dapur umum. Petugas medis juga disiagakan guna mengantisipasi timbulnya penyakit di kalangan pengungsi.
Selain banjir di Kota Bulukumba, juga terjadi tanah longsor di Desa Kahaya, Kecamatan Kindang. Material longsor dari tebing gunung menutupi sebagian badan jalan. Meski begitu, kendaraan masih bisa lewat. Masyarakat setempat telah bergotong royong menyingkirkan tanah dan kayu longsoran secara manual.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pemberitaan Humas Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah yang dihubungi melalui telepon selularnya, kemarin menegaskan bahwa tim BPBD telah turun ke lapangan untuk membantu para korban banjir. Pengungsi telah ditempatkan di posko yang didirikan. Termasuk dapur umum untuk buka puasa.
”Untuk sementara warga korban banjir ditampung di tempat pengungsian. Lokasinya di Aula Kantor Bappeda. Tim menjemput mereka dari rumahnya yang terendam banjir. Karena di wilayah ini kan banyak lorong-lorongnya. Mudah-mudahan air bisa segera surut,” jelasnya.
Setelah sempat dibawa ke posko, sebagian dari korban banjir kembali ke rumahnya. Mereka bermaksud membersihkan sisa-sisa banjir yang telah surut. Setelah itu datang lagi ke posko untuk berbuka puasa. Mereka membutuhkan makanan dan minuman, karena tak bisa memasak akibat banjir. (*/rus)
Ratusan Korban Banjir Berpuasa di Pengungsian
×

