MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial Kota Makassar mulai bersiap menghadapi persoalan urbanisasi penduduk yang masuk ke Kota Makassar pasca mudik lebaran tahun ini. Diperkirakan urbanisasi atau migrasi penduduk masih terjadi tahun ini, khususnya saat arus balik lebaran.
Guna mengetahui jumlah kaum urban yang datang mengadu nasib di Kota Makassar, Dinas Sosial Kota Makassar bersama Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan (TKSK) dalam waktu dekat mulai turun melakukan pendataan.
Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Muhtar Tahir,
pendataan yang akan dilakukan TKSK bentukan pemerintah pusat yang telah tersebar tiap kecamatan di Kota Makassar menyasar kaum urban untuk didata, termasuk penduduk asli Kota Makassar.
Agar lebih mudah mengetahui penduduk asli dan urbanisasi, pendataan dilakukan dengan melihat berdasarkan identitas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) masing-masing warga.
Selain untuk mengetahui arus urbanisasi di Kota Makassar, pendataan yang dilakukan Dinsos Kota Makassar bersama TKSK juga untuk mendata seberapa banyak warga miskin di Kota Makassar. Sehingga bisa jadi acuan dalam penyaluran bantuan sosial ke masyarakat miskin agar bisa tepat sasaran.
“Pendataan dari Dinsos rutin kita lakukan. Dan itu juga sudah ada TKSK yang bertugas membantu (mendata),” sebut Muhtar Tahir via telepon selulernya, Minggu (2/6).
Lelaki yang akrab disapa Utta itu melanjutkan, urbanisasi penduduk bisa saja memberikan dampak adanya pengangguran di Kota Makassar. Dan tidak dapat dihindarkan, kemiskinan bertambah di Kota Makassar dengan adanya kaum urban.
“Terjadinya urbanisasi bisa meningkatkan angka pengangguran. Kalau untuk pendataan jumlah penduduk itu ada di Disdukcapil. Sementara mengenai orang terlantar, pengemis dan sebagainya itu tugas kami di Dinsos,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Ujung Tanah, Andi Unru akan meminta kepada seluruh Ketua RT dan RW maupun warga yang ada di wilayahnya bersama-sama terlibat menyikapi persoalan urbanisasi di Kota Makassar.
Kerjasama yang diharap adalah seluruh warga khususnya ketua RT dan RW melaporkan ke pemerintah setempat ketika mengetahui adanya warga baru masuk di wilayahnya.
“Saya sudah minta ke warga,terkhusus ketua RT dan RW untuk segera melaporkan warga baru yang masuk di wilayahnya. Sehingga laporan dapat segera ditindaklanjuti dengan dilakukan pendataan warga baru atau urbanisasi di Kecamatan Ujung Tanah,” katanya.
Menurut Andi Unru, jumlah penduduk yang ada di wilayah Kecamatan Ujung Tanah terdata lebih dari 40.000 jiwa. Dipastikan juga urbanisasi penduduk di wilayahnya tidak terjadi seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
“Penduduk di wilayahku ini semuanya penduduk asli Makassar dan tidak ada penduduk baru atau urbanisasi. Saya harap tahun ini sama tahun sebelumnya dimana tidak ada urbanisasi yang masuk. Karena wilayahku ini beda dengan wilayah kecamatan lain,” pungkasnya. (arf)
Pasca Lebaran, Waspadai Urbanisasi
×

