MAKASSAR, BKM — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel untuk mengampanyekan internet sehat ke kalangan pelajar.
Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Makassar dan beberapa kabupaten/kota di Sulsel terlibat dalam sebuah sosialisasi penggunaan internet sehat dan melawan hoax yang digelar di Hotel Swiss Bell Inn Panakkukang, Kamis (13/7).
Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Sulsel, Basri, mengatakan sosialisasi yang dilakukan Kemenko PMK itu sejalan dengan program Disdik Sulsel yang memaksimalkan teknologi informasi untuk program yang bermanfaat.
“Siswa di Sulsel memang perlu diberi ruang untuk menggunakan internet, khususnya media sosial yang benar dan bermanfaat,” ungkap Basri.
Lebih lanjut dia mengemukakan, siswa juga harus diberi arahan dan dibuka wawasannya tidak memanfaatkan media sosial untuk menyebar berita hoax yang tidak dijamin kebenarannya.
Sejauh ini, pihaknya sudah menggunakan teknologi informasi yang dikemas dengan nama e Panrita yang bisa diakses siswa untuk belajar berbagai mata pelajaran melalui bank soal yang disiapkan. Keuntungannya, siswa tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota untuk bimbingan belajar karena sudah tersaji pada ePanrita bagian eLearning hanya dengan mengklik website yang telah disiapkan.
“Kegiata yang dilakukan Kementerian ini sangat relevan dengan apa yang dilakukan Disdik. Bisa dibayangkan anak-anak di pedalaman tidak perlu jauh-jauh ikut bimbingan belajar ke kota karena sudah bisa dilakukan dengan eLearning,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Keterampilan Bekerja pada Kemenko PMK, Wijaya Kusumawardhana mengatakan pihaknya sengaja melibatkan pelajar untuk penggunaan internet secara sehat serta menangkal hoax karena mereka paling berpotensi jadi duta perubahan.
“Bayangkan selepas mereka ikut sosialisasi ini, terus mengampanyekan melalui media sosial bahaya hoax dan penggunaannya secara sehat, itu pasti efektif,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah pusat hanya berfungsi sebagai pemantik atau menginisiasi, namun yang menyebarkan api positif itu yah mereka. Bayangkan jika setiap anak bisa pengaruhi ratusan temannya, tentu gaungnya akan lebih terdengar kemana-mana,” pungkasnya. (rhm)
Kemenko PMK Kampanyekan Internet Sehat
×

