MAKASSAR, BKM– Untuk ketiga kalinya, Pemerintah Kota Makassar kembali menunda pelantikan seluruh ketua rukun tetangga (RT) dan ketua rukun warga (RW), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Penasihat Wali Kota Bidang RT dan RW. Padahal, pelantikan telah dijadwalkan Minggu 16 Juli akhir pekan ini.
Sebelumnya penundaan pelantikan juga telah dilakukan Pemerintah Kota Makassar pada bulan Mei dan 8 Juli lalu.
Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar, Iskandar Lewa, mengatakan, tertundanya proses pelantikan disebabkan masih banyak persiapan yang mesti dilakukan pemerintah kota mulai dari pengadaan seragam hingga pengadaan smartphone bagi ketua RT dan RW. Bahkan baju seragam tersebut masih dalam proses pengerjaan di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
” Kita tidak ingin melaksanakan pelantikan setengah-setengah. Kita tunggu saja seragamnya selesai dan smartphone juga ada, sehingga saat pelantikan dapat sekaligus dibagikan smartphone. Seragam inikan masih proses pengerjaan, dipastikan waktu pelantikan dibatalkan dari waktu 16 Juli. Waktunya nanti kita umumkan,” sebut Iskandar Lewa, kepada BKM, Kamis (13/7).
Smartphone yang akan dibagikan pemerintah kota, jelas Iskandar, dikhususkan bagi para ketua RT dan RW. Sedangkan Penasihat Wali Kota Makassar bidang RT dan RW serta LPM tidak masuk dalam pembagian smartphone.
” Itu jelas diatur dalam Perwali nomor 3 tahun 2016 tentang tugas ketua RT dan RW. Karena indikator tugas kinerja ketua RT dan RW melaporkan setiap aktifitas dalam lorongnya melalui smartphone dan aplikasi Smart RT RW yang didownload di playstore,” sebutnya.
Diketahui, Ketua RT dan RW yang akan dilantik berjumlah 5.969, Penasihat Wali Kota bidang RT dan RW sebanyak 3.919 orang dan ketua LPM di Kota Makassar 153 orang.(arf)

