pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Seringkali Dipalak bersama Temannya di PLTU

BERJUALAN sampai larut malam di tepi pagar PLTU bukannya tanpa resiko. Minimnya penerangan lampu dan padatnya aktivitas truk pengangkut pasir yang lewat kadang membuat Ilyas merasa khawatir dagangannya akan rusak karena terinjak.

Laporan: Muh Is’ad- Muh Idham

Sebagai pekerja serabutan penghasilan ayah Ilyas tidak menentu, bahkan seringkali tidak bekerja. Ilyas dan ayahnya hanya mengandalkan ibunya yakni Dg Singara yang hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga ( IRT ). Itupun tak bisa berbuat banyak untuk keluarganya.
Bahkan seorang kakaknya juga ikut bekerja sebagai pengemudi bentor untuk bantu perekenomian keluarga.
Dalam sehari jika buah lontar dagangannya habis, Ilyas mendapat upah Rp20 sampai Rp30 ribu setiap harinya dari Dg Joni seorang pemilik buah lontar yang juga tinggal di Jalan Adiyaksa.
Ilyas hanya bocah kecil yang lebih memilih bekerja, daripada mengemis, menyandarkan hidup pada kantong-kantong buah tala dagangannya, bukan dari tadahan tangan dan rasa iba orang lain.
Seorang anak lain yang juga beprofesi sama dengan Ilyas, Saldi 12 tahun punya nasib yang tidak jauh beda dengan Ilyas, bahkan lebih memprihatinkan lagi.
Anak yang berasal dari Kab Jeneponto ini sudah berjualan sekitar satu tahun lebih di sekitar Kota Makassar.
Ia tinggal bersama Dg Imang yang juga pamannya di Jalan Adiyaksa. Dg Imang juga berjualan buah lontar di sekitar stadion Andi Matalatta.
Ayahnya Dg. Situru’ tinggal di kab. Jeneponto yang bekerja sebagai petani dan ibunya ikut kakaknya tinggal di Selayar.
Juga masalah ekonomi yang membuatnya terpaksa menjalani kerasnya hidup di usia yang belia ini,
Setelah berkeliling, Saldi juga ke tempat yang sama dengan Ilyas di samping pagar PLTU Tallo.
Dengan dagangan lebih banyak yang ia bawah maka ia pulang lebih larut dari yang lain.
Bahkan ketika di temui BKM pada sabtu malam sekitar pukul 23:00 dagangan buah Lontar Saldi masih ada sekitar 17 bks, dan mengaku kadang ia berjualan sampai pukul 02:00.
Beberapa uang yang ia peroleh juga sering di palak oleh seorang yang mengendarai bentor, karena saldi dan Ilyas di katakan berjualan di lokasi orang tersebut.



×


Seringkali Dipalak bersama Temannya di PLTU

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar