pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Drama Kolosal Kerajaan Gowa di HUT TNI

MAKASSAR, BKM– Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72 Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperingati melalui upacara di Lapangan Karebosi Makassar, Kamis (5/10).
Dalam peringatan HUT TNI yang bertajuk “Bersama Rakyat TNI Kuat” menampilkan drama kolosal dari Kerajaan Gowa tentang perjuangan Karaeng Bontomarannu dalam mengusir penjajah. Drama kolosal tentang kisah sejarah itu diperankan oleh prajurit gabungan TNI bersama mahasiswa dan berhasil menarik perhatian masyarakat yang hadir.
Dalam kesempatan itu, Kepala Staf Angkatan Darat, Komando Daerah Militer (Kasdam) XIV Hasanuddin, Brigjen TNI Supartodi berpesan ke seluruh elemen tetap saling menjaga dan menghormati. Khusus bagi jajaran TNI dan aparatur sipil negara ASN agar saling menjaga dan bersatu dalam bingkai kesatuan dan kebangsaan seperti pada tema yang diangkat dalam HUT TNI.
“Kehadiran TNI akan lebih kuat dengan kehadiran rakyat,” tegasnya.
Seperti pada peringatan HUT TNI sebelumnya, di tahun ini peringatan tetap menampilkan parade, defile serta kemampuan para prajurit dan menampilkan alat utama sistem pertahanan (alutsista). Alutsista ditampilkan untuk memberikan pengetahuan atau informasi ke masyarakat tentang kekuatan bangsa ini.
Masih di lokasi Lapangan Karebosi Makassar, stan TNI nampak kokoh berdiri. Masyarakat yang hadir sejak pagi mulai memadati stan-stan tersebut, setiap stan berisi berbagai macam peralatan mulai dari senjata, seragam sampai dengan kendaraan operasional dan tempur.
Di stan Kavaleri Yonkav 10/MG misalnya, beberapa jenis senjata baik buatan dalam negeri maupun luar negeri dapat secara langsung dilihat dan dipegang. Prajurit yang berjaga dalam stan dengan ramah menjelaskan kepada pengunjung fungsi dan keunggulan senjata milik TNI.
Pratu Jasman kepada BKM mengatakan, sejak pagi antusias masyarakat berkunjung ke dalam stan sudah terlihat cukup tinggi. Kebanyakan masyarakat yang hadir melihat dan bertanya tentang senjata AGL 40 produksi PT Pindad. Di jelaskan, Senjata AGL 40 adalah senjata yang memiliki kaliber 40×53 mm dengan panjang 966 mm.
Karena memiliki berat 33 kg, senjata AGL 40 disimpan di atas panser Anoa. Jenis senjata itu memiliki kecepatan tembak 350-500 per menit dan kecepatan proyektil 242 meter per detik. “Jarak tembak maksimal 2.200 meter dan untuk usia laras 10.000 kali tembakan,” terangnya.
Berbeda dengan senjata AGL 40 yang didudukan di atas panser Anoa, senjata SS1 V2 adalah senjata perorangan. Meski sama diproduksi oleh PT Pindad, namun senjata itu digunakan untuk perorangan sesuai tipe yakni sebagai senapan serbu.
Diterangkan, senapan serbu SS1 V2 memiliki berat 4,01 kg dengan panjang 997 mm. Senapan asal Indonesia itu juga memiliki kaliber 5,56×45 mm serta kecepatan peluru 710 m/s.
“Untuk rata-rata tembakan 700 butir per menit. Dan inilah senjata buatan dalam negeri yang tidak kalah saing dengan senjata lainnya,” tambahnya. (arf)



×


Drama Kolosal Kerajaan Gowa di HUT TNI

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar