KOTA Makassar adalah kota yang aktivitasnya sangat padat. Warga kota tidak punya waktu lebih untuk melakukan pekerjaan diluar dari pekerjaan rutinnya di kantor. Apalagi, menyempatkan waktu untuk mencuci motor atau mobil. Mereka menilai mencuci kendaraan adalah sesuatu yang cukup memberatkan.
Laporan: AGHITS RENALDY
Peluang itulah yang ditangkap oleh Mba Sri, salah seorang pemilik tempat pencucian motor di Jalan Prof Abdurrahman Basalamah atau yang dulu dikenal Jalan Racing Centre.
Usaha yang dibukanya sejak 2016 lalu memiliki pegawai yang tidak tetap, karena Mba Sri hanya mempekerjakan anak-anak yang putus sekolah di daerah dekat rumahnya.
Alasan ia mempekerjakan anak putus sekolah agar mereka tidak melakukan tindak kriminal seperti perkelahian, narkoba hingga mengisap lem. “Kasihan mereka-mereka. Saya mau bantu untuk sekolahkan tidak cukup biaya, sementara orang tua mereka sudah lepas tangan. Terpaksa saya pekerjakan saja agar mereka fokus dan mendapatkan uang,” ujar Mbak Sri kepada penulis.
Adapun penghasilan perhari Mba Sri tidak menentu, tergantung pelanggan yang datang. Biaya pencucian motor di tempat Mba Sri sekitar Rp20.000 per motor, dibagi dua dengan karyawannya menjadi Rp10.000. Mba Sri tidak terlalu menuntut untuk soal penghasilan kepada para pegawainya. Karena, Mba Sri tidak ingin membebani pegawainya sendiri. Kalau sedang ramai, Mba Sri bisa kedatangan pelanggan sekitar 30-40 motor perhari. Namun ketika musim hujan tiba, motor yang datang untuk dicuci hanya 10 perharinya. Yang artinya Mba Sri hanya menerima Rp.100.000 perharinya.
Ditanya soal ramainya pencucian motor, wanita berumur 47 tahun itu mengaku jika pencucian motor ramai jika kondisi panas kemudian hujan dan panas begitu seterusnya orang yang mencucikan motor banyak. Sepinya ya kalau panas terus atau hujan terus frekwensi orang mencucikan motornya kurang.
Adapun peralatan yang dibutuhkan untuk membuka usaha pencucian motor ini adalah mesin kompresor , sumur , dan juga pompa air selain itu ditambah juga bahan-bahan yang digunakan untuk pencucian dan penyemiran. Oleh karena itu kini dia mulai menabung sedikit-demi sedikit untuk kebutuhan keluarganya.
“Sukanya sangat banyak, selain menambah relasi dengan pelanggan, dapat bercengkrama dengan banyak orang serta kadang mendapat tips dari pelanggang. Pelanggan meningkat 20 persen ketika bulan puasa dan hari raya tiba,” katanya.
Melihat kenyataan itulah maka kini usaha pencucian sepeda motor ini marak dimana-mana dan kelihatannya usaha mereka lancar-lancar saja. Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan sepeda motor , maka usaha cuci motor ini juga tumbuh dimana-mana.(*)

