pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Terkendala Akses, Pariwisata Sulsel Dianaktirikan

MAKASSAR, BKM – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia saat ini fokus pada pengembangan beberapa pusat destinasi. Tempat ini sebelumnya telah ditetapkan sebagai ’10 Bali Baru’.
Tahun ini ada empat lokasi, yaitu Danau Toba, Kawasan Candi Borobudur, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dan Labuan Bajo.
Sementara enam destinasi lainnya adalah Belitung, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Gunung Bromo, Taman Nasional Wakatobi, dan Morotai.
Dalam Regional Invesment Forum di Padang beberapa Oktober lalu, di mana Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai penyelenggara, ada enam destinasi pariwisata prioritas ditawarkan yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu dan Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), dan Bromo- Tengger-Semeru (Jawa Timur), ditambah 2 kawasan pariwisata terpadu di Sumatera Barat yaitu Mandeh dan Gunung Padang.
Namun, lagi-lagi Sulawesi Selatan melalui destinasi Tana Toraja tidak masuk dalam prioritas. Padahal sebelumnya, disebutkan ada ’10 plus 1 Destinasi Wisata Prioritas’ versi Kementerian Pariwisata. Yang didalamnya ada Tana Toraja.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan sebenarnya sektor pariwisata di Sulsel sangat luar biasa. Ada Tana Toraja, Selayar, Takalar dan potensi wisata lain.
“Dibutuhkan kerja keras yang luar biasa dalam menata sektor pariwisata. Saya selalu menyampaikan hal tersebut. Kalau dibenahi akan jauh lebih bagus dari daerah lain,” kata Agus, akhir lalu.
Agus mencontohkan, pulau Takkabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Sanrobone Kabupaten Takalar. Kalau dibenahi dengan infrastruktur yang memadai maka akan bisa bersaing dengan Maladewa.
“Orang jauh-jauh ke Maldiv untuk liat atol itu. Padahal di sini, ada juga yang tidak kalah indahnya. Tinggal bagaimana melobi pusat agar menjadi tujuan wisata nasional. Kita bisa mengajak investor masuk untuk mengelolanya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Andi Musaffar menjelaskan, sektor pariwisata ini sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar, dan sebenarnya di mana ketika ada promosi pariwisata, Sulsel pasti masuk di dalamnya baik Selayar, Toraja, dan Maros.
Namun, Musaffar menyebutkan permasalahan pariwisata Sulsel adalah aksesbilitas, Pemerintah Pusat telah menjanjikan Bandara Buntu Kunik selesai di 2018, kemudian akses jalan dari Belopa ke Toraja sepanjang 50 Km.
“Kami berharap ini bisa tercapai, karena dengan ini maka masalah aksesbilitas dapat teratasi,” pungkasnya. (rhm)



×


Terkendala Akses, Pariwisata Sulsel Dianaktirikan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar