pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kadang Menunggu Pemilik Rumah Berjam-jam

KADANGKALA kita bertanya kepada anak kita apa cita-citanya kelak?. Jawaban anak rata-rata menunjuk suatu pekerjaan yakni menjadi dokter atau polisi. Hanya saja, cita-cita tersebut tidak selalunya tepat pada saat anak menginjak dewasa.

Laporan: JUNI SEWANG

Tapi jarang sekali atau mungkin hampir tidak satupun yang ingin menjadi seorang pelayan keliling untuk masyarakat.
Tapi hal itu tidak bagi Ansar. Pria kelahiran Ujung Pandang, 5 Maret 1984 memang sejak dulu ingin bekerja sebagai pelayan masyarakat, meski dimanapun ia bertugas.
Olehnya itu, apa yang cita-citakan Ansar terwujud. Ia diangkat menjadi tenaga kontrak di Kelurahan Tidung kecamatan Rappocini.
Kecamatan Rappocini adalah satu satunya kecamatan yang melakukan pelayanan lorong (pelor) yang langsung mendatangi masyarakat untuk memberikan pelayanan administrasi dari rumah ke rumah dalam lorong.
Kepada penulis, Ansar mengaku, setiap harinya mengawali aktivitasnya ke kantor kelurahan absensi dulu pada pukul 06.30. Setelah absensi Ansar segera memacu kendaraan roda dua milik kelurahan yang dilengkapi dengan box di belakangnya (pelor) menyusuri lorong lorong di wilayah Kelurahan Tidung.
Ia berkeliling mana kala ada warga yang ingin mengurus administrasi kelurahan hingga kecamatan. Termasuk memberikan arahan soal kelengkapan berkas yang menjadi persyaratan pengurusan administrasi.
Setelah lengkap, Ansar menyelesaikan administrasi warga dan mengantarkan kembali dan menyerahkan ke warga.
“Dukanya kerja pelor ini tidak ada. Sukanya yang lebih banyak. Tapi memang kita bosan sendiri jika menunggu warga yang keluar rumah. Lebih lebih kalau hujan, karena administrasi ini kertas takutnya basah, terkadang lama orangnya lama datang,” ungkap Ansar.
Adapun administrasi yang diantar berupa Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, surat keterangan mencakup surat keterangan usaha, surat keterangan domisili.
Ansar juga menyempatkan membuka boks yang ada di sadel motornya. ” Isinya kertas dan sarana pendukung pelayanan administrasi yakni print dan kertas print,” katanya.
Ditanya perasaannya bertugas sebagai pelor, Ansar dengan senyuman khasnya mengatakan, tugas yang diembannya adalah tugas mulia dan jika ikhlas dijalankan adalah salah satu ibadah. “Tugas yang saya kerjakan setiap hari adalah amanah. Tujuannya, untukmempermudah pelayanan administrasi kepada warga, terlebih pelayanan pendukung pembangunan seperti penagihan Pajak Bumi dan Bangunan,” ujarnya. (jun)



×


Kadang Menunggu Pemilik Rumah Berjam-jam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar