pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Syahrul Kukuhkan 9.100 Bandas Mantra

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 9.100 personel yang merupakan kepala desa, babinsa, dan babinkamtibmas yang masuk dalam tiga pilar bandas mantra dikukuhkan oleh Gubernur Sulsel, Kamis, (21/12) di lapangan upacara rumah jabatan Gubernur Sulsel dalam apel besar Bela Negara.
Pengukuhan ini, menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asmanto Baso Lewa, sebagai tindak lanjut instruksi Kapolri untuk meningkatkan ketentraman, ketertiban dan keamanan masyarakat di wilayah masing-masing.
Sebenarnya, program ini sudah ditindaklanjuti sejak 2016 lalu. Namun baru bisa dikukuhkan saat ini karena pembentukannya disetiap kabupaten/kota berproses.
“Pengukuhan ini secara serentak dilakukan di Sulsel. Kita kukuhkan di 24 kabupaten, pada 3038 desa dan kelurahan. Jadi ada petugas kita yang setiap hari melakukan koordinasi di Sulsel memantau keamanan dan ketertiban masyarakat, ” ungkap Asmanto.
Dia mengatakan tiga pikar yang dikukuhkan itu akan berpatroli minimal sekali seminggu dan berkoordinasi melaporkan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Kita harapkan tiga pilar itu menjawab persoalan-persoalan masyarakat dan menjawab saat itu juga,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran tiga pilar tersebut bisa menjawab tantangan pelaksanaan pemilukada serentak 2018 mendatang serta pemilu legislatif dan pemilu presiden pada 2019 mendatang.
Juga menjadi deteksi dini jika ada aktifitas radikalisme dan terorisme yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kami berharap kondisi Sulsel tetap kondusif dan terus terjaga dibawah koordinasi tiga pilar tersebut. Termasuk dalam menangkal aksi terorisme dan radikalisme, ” jelasnya.
Sementara itu,
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memimpin upacara bela negara yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Tiga Pilar Bandes Matra di tengah guyuran hujan deras.
Orang nomor satu Sulsel ini rela berbasah-basahan bersama peserta upacara.
Awalnya, posisi mic gubernur untuk memberikan sambutan dilindungi dari gempuran hujan. Namun sebagai bentuk empati kepada peserta upacara, saat memberikan sambutan, Syahrul maju beberapa langkah sehingga tidak ada melindunginya dari hujan.
“Hujan tidak boleh menghalangi kita untuk melaksanakan agenda penting ini,” ungkap Syahrul.
Menurutnya aksi bela negara tidak hanya dilakukan dengan mengangkat senjata. Banyak contoh aktualisasi bela negara yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Para guru dan bidan yang serta tenaga kesehatan lainnya yang bertugas di pelosok terpencil dan wilayah perbatasan seluruh tanah air misalnya, menjadi contoh konkrit aksi bela negara.
Upaya mencegah aksi pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia juga masuk dalam aksi bela negara. Termasuk kerja keras bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan untuk melawan ancaman kemiskinan dan keterbelakangan. Juga mencegah terjadinya perdagangan manusia.
“Salah satu yang paling penting saat ini adalah upaya mencegah dan menangkal korupsi, pungli, dan semacamnya, ” ungkap Syahrul.
Untuk generasi muda, aksi bela negara bisa dilakukan dengan berprestasi secara akademik maupun non akademik. Melawan dan menghindari narkoba menjadi salah satu momok yang bisa merusak generasi muda.
“Kesadaran bela negara merupakan hal yang urgen. Bisa dilakukan di berbagai sendi kehidupan. Jadi mari kita lakukan bersama, ” tegasnya.
Upacara Bela Negara ini diikut berbagai pihak. Mulai forkopimda lingkup Sulsel, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel, aparat TNI-Polri, Satpol PP, Aparatur Sipil Negara (ASN), Korpri, Pramuka, dan siswa SMA/SMK. (rhm)



×


Syahrul Kukuhkan 9.100 Bandas Mantra

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar